Fantastis! Tesla Siapkan Gaji Rp16.000 Triliun untuk Elon Musk, tapi Ada Syaratnya
Senin, 08 September 2025 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Para pendukung Musk, seperti Gene Munster, percaya bahwa target valuasi Rp136 Kuadriliun itu bisa tercapai. Mereka melihat masa depan Tesla bukan lagi sekadar pada mobil listrik, melainkan pada kecerdasan buatan, armada robotaxi otonom, dan robot humanoid yang akan merevolusi dunia.
Target laba operasional yang dipatok pun tak main-main: Rp6.400 triliun (USD400 miliar), atau 20 kali lipat dari rekor laba Tesla sebelumnya.
Namun, para kritikus melihat ini sebagai babak terbaru dari drama yang sama. Mereka menunjuk pada "jejak janji yang diingkari" oleh Musk. "Elon Musk telah mengatakan sejak 2014 'kita akan memiliki mobil otonom sepenuhnya tahun depan.' Itu tidak pernah terjadi," kata analis Gordon Johnson, salah satu kritikus paling tajam Tesla.
Menurutnya, nilai terbesar Musk bagi Tesla adalah kemampuannya sebagai seorang "master manipulator" yang bisa meyakinkan Wall Street untuk terus percaya pada masa depan cerah, meskipun banyak target yang meleset.
Anehnya, para pemegang saham kemungkinan besar akan menyetujui paket yang oleh Ross Gerber disebut "absurd" ini. Logika mereka sederhana: Musk tidak akan mendapatkan sepeser pun kecuali nilai perusahaan meroket. Target pertama yang harus dicapai adalah valuasi Rp32 Kuadriliun (USD2 triliun), hampir dua kali lipat dari sekarang.
"Mereka akan berpikir, 'saya tidak akan rugi,'" kata Gerber. "Tujuannya sangat tinggi sehingga jika dia berhasil, saya akan menghasilkan banyak uang. Jadi, siapa peduli jika dia mendapat Rp16Kuadriliun."
Target laba operasional yang dipatok pun tak main-main: Rp6.400 triliun (USD400 miliar), atau 20 kali lipat dari rekor laba Tesla sebelumnya.
Namun, para kritikus melihat ini sebagai babak terbaru dari drama yang sama. Mereka menunjuk pada "jejak janji yang diingkari" oleh Musk. "Elon Musk telah mengatakan sejak 2014 'kita akan memiliki mobil otonom sepenuhnya tahun depan.' Itu tidak pernah terjadi," kata analis Gordon Johnson, salah satu kritikus paling tajam Tesla.
Menurutnya, nilai terbesar Musk bagi Tesla adalah kemampuannya sebagai seorang "master manipulator" yang bisa meyakinkan Wall Street untuk terus percaya pada masa depan cerah, meskipun banyak target yang meleset.
Anehnya, para pemegang saham kemungkinan besar akan menyetujui paket yang oleh Ross Gerber disebut "absurd" ini. Logika mereka sederhana: Musk tidak akan mendapatkan sepeser pun kecuali nilai perusahaan meroket. Target pertama yang harus dicapai adalah valuasi Rp32 Kuadriliun (USD2 triliun), hampir dua kali lipat dari sekarang.
"Mereka akan berpikir, 'saya tidak akan rugi,'" kata Gerber. "Tujuannya sangat tinggi sehingga jika dia berhasil, saya akan menghasilkan banyak uang. Jadi, siapa peduli jika dia mendapat Rp16Kuadriliun."
(dan)
Lihat Juga :