Terinspirasi Acara TV Lawas, Ilmuwan Texas Ciptakan Robot Bola Raksasa untuk Misi di Bulan dan Lokasi Bencana

Jum'at, 05 September 2025 - 21:49 WIB
loading...
Terinspirasi Acara TV...
Kendaraan unik yang dirancang oleh ilmuwan di Texas bisa digunakan untuk berbagai medan, termasuk di planet lain. Foto: ist
A A A
TEXAS - Bayangkan segerombolan bola raksasa menggelinding di tengah kota yang porak-poranda pasca-badai. Mereka bergerak lincah melewati puing-puing dan genangan air, memetakan area, dan mencari tanda-tanda kehidupan.

Skenario yang terdengar seperti fiksi ilmiah ini selangkah lebih dekat menjadi kenyataan di sebuah laboratorium di Texas A&M University.

Sebuah tim insinyur yang dipimpin oleh Robert Ambrose sedang mengembangkan robot berbentuk bola yang dirancang untuk menaklukkan medan paling sulit sekalipun.

Uniknya, inspirasi untuk teknologi masa depan ini datang dari masa lalu: sebuah acara televisi dari era 1960-an yang menampilkan robot penjaga berbentuk bola yang menakutkan.

Dari Fiksi Menakutkan ke Inovasi Nyata

Ide ini berawal dari "The Prisoner," sebuah serial TV klasik yang dikenal dengan robot bolanya yang bisa mengejar dan menelan apa saja yang menghalanginya.

Visi yang dulu menebar kengerian di layar kaca itu kini memicu imajinasi para insinyur modern.

Proyek yang diberi nama RoboBall ini sebenarnya telah dimulai di NASA pada 2003 oleh Robert Ambrose, namun baru menemukan momentum baru setelah ia pindah dan memimpin Laboratorium Desain Robotika dan Otomasi di Texas A&M.

Dengan dukungan dana negara dan antusiasme mahasiswa pascasarjana, proyek ini bertujuan memecahkan masalah fundamental: bagaimana cara menjelajahi permukaan Bulan yang kasar dan tidak dapat diprediksi, di mana kendaraan beroda konvensional seringkali kesulitan. Jawabannya adalah dengan menghilangkan roda sama sekali.

Dua Prototipe, Satu Misi

Saat ini, tim telah mengembangkan dua prototipe utama. Pertama adalah RoboBall II, sebuah versi laboratorium berdiameter 2 kaki (sekitar 60 cm) dengan cangkang luar yang lunak.

Rahasia pergerakannya terletak pada sistem propulsi internal yang cerdas, terdiri dari sebuah bandul dan motor.

Dengan mengayunkan bandul di dalam bola, robot ini menciptakan momentum yang memungkinkannya menggelinding ke segala arah di berbagai permukaan—mulai dari rumput, kerikil, bahkan air—dengan kecepatan mencapai 20 mil per jam (sekitar 32 km/jam).

Versi yang lebih canggih, RoboBall III, adalah raksasa berdiameter 6 kaki (sekitar 1,8 meter) yang dirancang untuk aplikasi di dunia nyata. Robot ini cukup besar untuk membawa muatan seperti sensor, kamera, dan alat pengambilan sampel.

Salah satu fitur paling inovatifnya adalah kemampuan untuk mengembang dan mengempis, yang berfungsi untuk mengubah traksi dan mengurangi keausan saat bergerak di medan yang berbeda.

Ujian di Dunia Nyata dan Visi Kemanusiaan

Langkah selanjutnya bagi tim RoboBall adalah membawanya keluar dari laboratorium. Mereka berencana melakukan uji coba lapangan yang ketat di pantai Galveston, Texas, untuk mengevaluasi kinerjanya saat bertransisi dari air ke darat—sebuah kemampuan krusial untuk misi di Bumi.

Potensi robot ini di planet kita sama besarnya dengan potensinya di luar angkasa. Visi ini diungkapkan dengan jelas oleh Rishi Jangale, seorang mahasiswa pascasarjana dalam tim tersebut.

“Bayangkan segerombolan bola ini dikerahkan setelah badai,” ujarnya. “Mereka bisa memetakan area banjir, menemukan korban selamat, dan membawa kembali data penting—semua tanpa mempertaruhkan nyawa manusia.”

Meskipun proyek ini sangat menjanjikan, tantangan teknis tetap ada, seperti memastikan robot dapat menahan kondisi ekstrem di luar angkasa dan mengintegrasikan muatan secara efektif.

Namun, penelitian di Texas A&M ini menandai momen penting dalam dunia robotika. Dengan menantang desain konvensional, mereka membuka jalan bagi cara-cara baru untuk menjelajahi tempat-tempat yang tidak diketahui, baik itu kawah di Bulan maupun zona bencanadiBumi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Meksiko Akan Tenggelam...
Meksiko Akan Tenggelam Lebih Cepat Dibanding Negara Lain di Dunia
Fenomena Alam Ini yang...
Fenomena Alam Ini yang Bikin Tanah Bergerak dan Lubang Raksasa Bermuncuan
Badai Salju Setebal...
Badai Salju Setebal 5 Meter Menimbun Bangunan di Rusia
Cara Suku Maya Menghitung...
Cara Suku Maya Menghitung Fenomena Alam yang Akan Terjadi Terungkap!
Dua Gempa Bumi Terbesar...
Dua Gempa Bumi Terbesar di Dunia Diprediksi Akan Terjadi Bersamaan
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Libur Panjang Iduladha...
Libur Panjang Iduladha Berakhir, 199 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek
BRI Hadirkan Promo Spesial...
BRI Hadirkan Promo Spesial KKB The Elite, Bawa Pulang Kendaraan Impian dengan Banyak Keuntungan
Rekomendasi
The Journey Of Pursuing...
The Journey Of Pursuing Love, Drama Pendek China V+Short Tentang Balas Dendam
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Berita Terkini
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Infografis
6 Fenomena Bulan Langka...
6 Fenomena Bulan Langka yang Menarik untuk Diamati dan Dinikmati
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved