Dari Dapur Restoran ke Puncak Dunia: Kisah Jensen Huang, Eks Tukang Cuci Piring yang Kini Jadi Raja AI Bernilai Rp1.825 Triliun
Rabu, 03 September 2025 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
Perjalanan Penuh Lika-liku Sang Imigran
Lahir di Tainan, Taiwan, pada 17 Februari 1963, takdir membawa Jensen muda dan keluarganya berpindah ke Thailand, sebelum akhirnya kerusuhan sipil memaksa orang tuanya untuk mengirim ia dan saudaranya ke sebuah sekolah di pedesaan Kentucky, Amerika Serikat.Hidup sebagai seorang imigran muda tidaklah mudah. Namun, di tengah tantangan itu, tertempa sebuah etos kerja yang luar biasa. Sambil menempuh pendidikan, ia tidak ragu mengambil pekerjaan sebagai tukang cuci piring, sebuah pengalaman yang sering ia sebut sebagai pelajaran kerendahan hati dan kerja keras yang paling berharga.
Ketekunannya berbuah manis. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di dua universitas paling bergengsi: meraih gelar sarjana teknik elektro dari Oregon State University dan gelar master dari Stanford University.
Lahirnya Sang Raksasa dari Sebuah Kedai Kopi
Pada tahun 1993, di sebuah kedai kopi, Jensen bersama dua rekannya, Chris Malachowsky dan Curtis Priem, melahirkan sebuah ide yang akan mengubah dunia. Mereka mendirikan Nvidia, sebuah perusahaan yang pada awalnya hanya fokus membuat chip grafis untuk para gamer.Namun, Jensen memiliki sebuah visi yang jauh lebih besar. Ia melihat bahwa kekuatan pemrosesan grafis (GPU) yang mereka ciptakan tidak hanya bisa digunakan untuk membuat game terlihat indah, tetapi juga bisa menjadi "otak" untuk memecahkan masalah-masalah paling kompleks di dunia.
Lihat Juga :