Rusia Blokir Panggilan WhatsApp dan Telegram, Ini Alasannya

Kamis, 21 Agustus 2025 - 14:37 WIB
loading...
Rusia Blokir Panggilan...
WhatsApp dan Telegram. FOTO/ CNET
A A A
MOSCOW - Rusia mengumumkan larangan panggilan telepon melalui aplikasi perpesanan WhatsApp dan Telegram pada hari Selasa dalam upaya memerangi kejahatan.



"Untuk memerangi kejahatan, langkah-langkah sedang diambil untuk memblokir panggilan telepon melalui aplikasi perpesanan asing ini (WhatsApp dan Telegram)," kata regulator komunikasi seperti dikutip oleh kantor berita RIA dan TASS.

Aplikasi perpesanan tersebut telah menjadi "layanan suara utama yang digunakan untuk penipuan, pemerasan, dan untuk melibatkan warga Rusia dalam kegiatan subversif dan teroris," tambahnya.

Badan keamanan Kremlin menuduh Ukraina menggunakan Telegram untuk merekrut individu guna melakukan sabotase di Rusia.

Moskow ingin aplikasi perpesanan tersebut menyediakan akses ke data atas permintaan penegak hukum, tidak hanya untuk investigasi penipuan tetapi juga untuk menyelidiki apa yang digambarkan Rusia sebagai kegiatan teroris.

"Akses ke panggilan telepon melalui aplikasi perpesanan asing akan dipulihkan setelah mereka mulai mematuhi hukum Rusia," kata Kementerian Digital Rusia.

Dalam pernyataan yang dikirimkan kepada AFP, Telegram menyatakan bahwa pihaknya "secara aktif memerangi penyalahgunaan platformnya, termasuk seruan untuk sabotase atau terorisme serta penipuan" dan menghapus "jutaan konten berbahaya setiap hari."

Sejak melancarkan invasi ke Ukraina, Rusia telah secara drastis membatasi kebebasan pers dan kebebasan berekspresi daring.

Lebih dari 100 juta orang di Rusia menggunakan WhatsApp untuk berkirim pesan dan menelepon. Platform tersebut khawatir langkah terbaru Kremlin tersebut merupakan upaya untuk membuatnya semakin rentan terhadap pengawasan pemerintah.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
X Batasi Pengguna Gratis...
X Batasi Pengguna Gratis hanya 50 Tweet Sehari
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Rekomendasi
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved