Video Sri Mulyani Tegaskan Jebakan Deepfake Semakin Sempurna, Pakar Ungkap Cara Mengenalinya
Rabu, 20 Agustus 2025 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
Alfons memberikan nasihat praktis bagi masyarakat. "Kalau menerima konten yang meragukan, bombastis, atau sejenisnya, jangan langsung percaya dan teruskan. Cek dulu di media mainstream. Kalau tidak ada, ya jangan disebarkan karena kemungkinan besar palsu."
Pusat riset ternama, Massachusetts Institute of Technology (MIT) Media Lab, membagikan beberapa tips jitu untuk mengenali kejanggalan dalam video deepfake:
1. Fokus pada Wajah: Manipulasi deepfake paling sering menargetkan area wajah. Perhatikan dengan saksama.
2. Periksa Tekstur Kulit: Apakah kulit di dahi dan pipi terlihat terlalu mulus atau justru terlalu keriput? Sering kali, tekstur kulit tidak sesuai dengan usia rambut dan mata sang tokoh.
3. Lihat Mata dan Alis: Perhatikan bayangan di sekitar mata. Apakah bayangannya jatuh secara alami? Deepfake sering kali gagal meniru fisika cahaya secara sempurna.
4. Amati Kacamata: Jika subjek memakai kacamata, perhatikan pantulan cahayanya. Apakah kilaunya terlihat aneh, berlebihan, atau tidak berubah sudut saat kepala bergerak?
Mata Anda Adalah Senjatanya: Tips dari MIT Media Lab
Meskipun teknologi deteksi seperti Google SynthID Detector atau Microsoft Video Authenticator tersedia, penggunaannya cukup rumit bagi masyarakat awam. Namun, jangan khawatir, kita masih bisa melatih mata kita untuk menjadi detektif deepfake.Pusat riset ternama, Massachusetts Institute of Technology (MIT) Media Lab, membagikan beberapa tips jitu untuk mengenali kejanggalan dalam video deepfake:
1. Fokus pada Wajah: Manipulasi deepfake paling sering menargetkan area wajah. Perhatikan dengan saksama.
2. Periksa Tekstur Kulit: Apakah kulit di dahi dan pipi terlihat terlalu mulus atau justru terlalu keriput? Sering kali, tekstur kulit tidak sesuai dengan usia rambut dan mata sang tokoh.
3. Lihat Mata dan Alis: Perhatikan bayangan di sekitar mata. Apakah bayangannya jatuh secara alami? Deepfake sering kali gagal meniru fisika cahaya secara sempurna.
4. Amati Kacamata: Jika subjek memakai kacamata, perhatikan pantulan cahayanya. Apakah kilaunya terlihat aneh, berlebihan, atau tidak berubah sudut saat kepala bergerak?
Lihat Juga :