Merajut Ekosistem Digital ala Telkom, dari Koperasi Desa hingga Industri Global
Selasa, 19 Agustus 2025 - 14:31 WIB
loading...
A
A
A
AI Databox untuk mengelola data kementerian. Legal Analytics yang mampu menyederhanakan ratusan regulasi. Social Media Analytics untuk memetakan sentimen publik. CCTV Analytics dengan kemampuan prediktif untuk keamanan.
“Selama tujuh tahun, solusi AI Telkom sudah dipakai oleh 38 persen kementerian/lembaga, 20% BUMN dan swasta, dan menghasilkan akumulasi pendapatan hampir Rp1 triliun. Sekarang saatnya market acceleration,” ujarnya.
Telkom akan memulai piloting AI di daerah-daerah, memanfaatkan keberadaan 1.046 BUMD. Premisnya jelas, BUMD dianggap mewakili “miniatur Indonesia” dengan 12 sektor vertikal. Adapun strategi yang digunakan yaitu jika AI sukses di BUMD, maka skalanya mudah diperluas ke tingkat nasional.
Peluang Besar Pasar Digital
Telkom mencatat kontribusi besar kepada negara pada 2024, mencapai Rp55,7 triliun melalui pajak, PNBP, dan dividen. Dalam lima tahun terakhir, total kontribusinya menyentuh Rp241 triliun. Data ini menunjukkan bahwa peran Telkom bukan hanya sebagai korporasi pencetak laba, tetapi juga penopang fiskal negara. “Otomatis uang itu dipakai negara untuk kesejahteraan rakyat, dari pendidikan, koperasi, sampai subsidi,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine menekankan besarnya peluang pasar digital Indonesia. Menurutnya, meski konektivitas masih menjadi bisnis inti Telkom, pertumbuhan tercepat kini datang dari solusi digital di luar konektivitas. Mulai dari IoT, cyber security, hingga AI.
Lebih lanjut, Vera menjelaskan empat fokus yang menjadi prioritas Telkom. Pertama, Smart Connectivity: konektivitas yang diperkaya AI dan cyber security. Kedua, Internet of Things (IoT): smart home hingga aplikasi industry. Ketiga, Cyber Security: keamanan sebagai kunci keberlanjutan bisnis. Keempat, Artificial Intelligence: bukan sekadar tren, namun juga menjadi solusi nyata yang membangun kapabilitas digital nasional.
“Selama tujuh tahun, solusi AI Telkom sudah dipakai oleh 38 persen kementerian/lembaga, 20% BUMN dan swasta, dan menghasilkan akumulasi pendapatan hampir Rp1 triliun. Sekarang saatnya market acceleration,” ujarnya.
Telkom akan memulai piloting AI di daerah-daerah, memanfaatkan keberadaan 1.046 BUMD. Premisnya jelas, BUMD dianggap mewakili “miniatur Indonesia” dengan 12 sektor vertikal. Adapun strategi yang digunakan yaitu jika AI sukses di BUMD, maka skalanya mudah diperluas ke tingkat nasional.
Peluang Besar Pasar Digital
Telkom mencatat kontribusi besar kepada negara pada 2024, mencapai Rp55,7 triliun melalui pajak, PNBP, dan dividen. Dalam lima tahun terakhir, total kontribusinya menyentuh Rp241 triliun. Data ini menunjukkan bahwa peran Telkom bukan hanya sebagai korporasi pencetak laba, tetapi juga penopang fiskal negara. “Otomatis uang itu dipakai negara untuk kesejahteraan rakyat, dari pendidikan, koperasi, sampai subsidi,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine menekankan besarnya peluang pasar digital Indonesia. Menurutnya, meski konektivitas masih menjadi bisnis inti Telkom, pertumbuhan tercepat kini datang dari solusi digital di luar konektivitas. Mulai dari IoT, cyber security, hingga AI.
Lebih lanjut, Vera menjelaskan empat fokus yang menjadi prioritas Telkom. Pertama, Smart Connectivity: konektivitas yang diperkaya AI dan cyber security. Kedua, Internet of Things (IoT): smart home hingga aplikasi industry. Ketiga, Cyber Security: keamanan sebagai kunci keberlanjutan bisnis. Keempat, Artificial Intelligence: bukan sekadar tren, namun juga menjadi solusi nyata yang membangun kapabilitas digital nasional.
Lihat Juga :