Ucapkan Selamat Tinggal pada Transfer Manual, Doku PayChat Ubah WhatsApp Jadi Mesin Kasir Digital

Senin, 04 Agustus 2025 - 20:54 WIB
loading...
Ucapkan Selamat Tinggal...
Aplikasi DOKU PayChat diklaim mudah digunakan, dan pengguna tidak perlu melakukan coding apapun. Foto: DOKU
A A A
JAKARTA - Bagi jutaan pebisnis online di Indonesia, percakapan di WhatsApp adalah jantung dari usaha mereka. Namun, di antara tawar-menawar dan pertanyaan produk, ada satu fase yang seringkali paling rumit dan memakan waktu: pembayaran. Era bolak-balik menanyakan "sudah transfer?" dan menunggu "kirim bukti ya, kak" mungkin akan segera berakhir.

Gebrakan baru dari raksasa teknologi pembayaran, DOKU, hadir untuk menyederhanakan kekacauan tersebut. Melalui layanan inovatif bernama DOKU PayChat, mereka mengubah aplikasi chat paling populer di dunia ini menjadi sebuah mesin kasir digital yang canggih dan efisien.

Vice President of Biller as a Service DOKU, Rachma Kandini, mengakatan bahwa DOKU PayChat memperluas cara pelanggan dalam menyelesaikan pembayaran melalui aplikasi yang familiar. “Sehingga merchant tidak perlu melakukan usaha lebih, seperti edukasi atau integrasi teknis. Karena memakai aplikasi yang sudah ada yakni WhatsApp, dan secara teknis tidak perlu coding lagi,” ungkapnya.

Saat Belanja dan Bayar Tak Perlu Pindah Aplikasi

Bayangkan skenario ini: seorang pelanggan tertarik dengan produk Anda di WhatsApp. Setelah percakapan singkat, alih-alih Anda mengirimkan nomor rekening dan menunggu bukti transfer, Anda cukup menekan satu tombol.

Seketika, tautan atau tombol pembayaran resmi muncul di dalam chat. Pelanggan tinggal klik, memilih metode pembayaran yang ia suka, dan menyelesaikan transaksi di tempat—tanpa pernah meninggalkan jendela percakapan WhatsApp.

Inilah keajaiban yang ditawarkan DOKU PayChat. Proses yang tadinya manual, rawan kesalahan, dan tidak praktis, kini menjadi sebuah alur yang mulus, profesional, dan sangat cepat.

Bukan Sekadar Mudah, tapi Menguntungkan

Manfaat yang ditawarkan PayChat jauh melampaui sekadar kemudahan. Bagi pebisnis, ini adalah sebuah 'senjata' peningkat konversi. Dengan menghilangkan hambatan pembayaran, potensi pelanggan batal membeli karena "ribet" bisa ditekan drastis.

Selain itu, DOKU PayChat dirancang untuk semua skala bisnis. Untuk pebisnis perorangan atau UMKM yang tidak memiliki tim IT, layanan ini bisa diatur melalui dasbor yang mudah digunakan.

Sementara untuk bisnis yang lebih besar, DOKU menyediakan API (Application Programming Interface) yang memungkinkan PayChat terintegrasi langsung dengan sistem internal seperti ticketing atau ERP.

Layanan ini terbuka untuk berbagai jenis usaha, mulai dari fesyen, kecantikan, kuliner, agen perjalanan, hingga penjualan tiket acara.

Keamanan Terjamin, Biaya Transparan

Di tengah maraknya penipuan online, keamanan menjadi prioritas utama. DOKU, sebagai Official Meta Technology Partner yang telah tersertifikasi PCI-DSS (standar keamanan kartu pembayaran global), memastikan setiap transaksi melalui PayChat berjalan dengan aman dan terlindungi. Ini memberikan ketenangan baik bagi penjual maupun pembeli.

Lalu, berapa biaya untuk memiliki 'mesin kasir' canggih ini? DOKU membuat penawaran yang sangat menarik. Tidak ada biaya pemasangan atau setup fee.

Pebisnis hanya perlu membayar biaya langganan bulanan sesuai paket yang dipilih. Untuk bisa menggunakannya, syarat utamanya adalah memiliki akun WhatsApp Business yang sudah terverifikasi.

DOKU PayChat bukan lagi sekadar fitur pembayaran. Ini adalah sebuah pernyataan bahwa masa depan social commerce ada di dalam ruang percakapan. Sebuah era baru di mana setiap ketukan jari di WhatsApp bisa langsung berujung pada konversi penjualan yang nyata, cepat,danaman.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
WhatsApp Kembangkan...
WhatsApp Kembangkan Fitur Pesan Selamat Datang Otomatis di Grup
Patut Dicontoh Indonesia,...
Patut Dicontoh Indonesia, Eropa Paksa Meta Bayar Karya Jurnalis yang Ditayangkan
Pantry Jadi Pabrik:...
Pantry Jadi Pabrik: Siasat Doku Ubah 1 Ton Sisa Makanan Jadi Emas Hitam
Geger Layanan Berbayar...
Geger Layanan Berbayar WhatsApp Plus: Rp13 Ribu untuk Stiker dan Fitur Receh
Antara Margin dan Kemudahan:...
Antara Margin dan Kemudahan: Skenario Doku Mengamankan Arus Kas UMKM Menjelang Puncak Belanja Nasional
10 Ucapan Sumpah Pemuda...
10 Ucapan Sumpah Pemuda untuk Dibagikan di Grup WhatsApp Keluarga dan Kantor
Nomor HP Said Iqbal...
Nomor HP Said Iqbal Disebar sebagai Adies Kadir: Itu Kan Teror
Rekomendasi
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Ilmuwan Ubah Racun Laba-laba...
Ilmuwan Ubah Racun Laba-laba Jadi Obat Kuat Alami untuk Pria
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved