AS Berencana Melarang Teknologi China Dipakai untuk Kabel Bawah Laut

Minggu, 20 Juli 2025 - 18:51 WIB
loading...
AS Berencana Melarang...
Teknologi Kabel Bawah Laut China. FOTO/ CNET
A A A
BEIJING - Amerika Serikat (AS) berencana menerapkan aturan baru yang akan melarang penggunaan teknologi China pada kabel bawah laut yang menghubungkan negara tersebut.

BACA JUGA - InfrastrukturJaringan Internet Bawah Laut BNCS-1 Diperluas

FCC berencana melarang penggunaan teknologi China pada kabel bawah laut yang menghubungkan AS sebagai langkah untuk memperkuat keamanan siber dan fisik.

Peraturan baru ini menargetkan perusahaan-perusahaan dari negara-negara yang dikategorikan sebagai "musuh asing" seperti Huawei dan ZTE, dan mendorong penggunaan komponen dan kapal pemeliharaan milik AS.

Langkah ini didorong oleh insiden keamanan dan geopolitik, termasuk pemutusan kabel bawah laut yang terhubung ke Tiongkok, serta upaya untuk mendukung perluasan pusat data dan teknologi AI di AS.

Menurut Komisi Komunikasi Federal AS (FCC), langkah ini merupakan langkah untuk memperkuat keamanan siber dan fisik infrastruktur komunikasi negara tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Rekomendasi
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved