Mesin Uang Kontroversial: Di Balik Kisah Sukses OnlyFans, Ada Dapur Rahasia di Ukraina dan Miliarder Misterius

Selasa, 01 Juli 2025 - 08:58 WIB
loading...
Mesin Uang Kontroversial:...
Di balik kesuksesan yang gemerlap, OnlyFans menyimpan banyak misteri. Foto: ist
A A A
LONDON - Di balik jutaan konten sensual yang tersebar di internet, raksasa teknologi yang sangat tertutup telah membangun sebuah kerajaan finansial yang nyaris tak tertandingi. Namanya OnlyFans. Dengan pendapatan tahunan mencapai USD1,3 miliar (sekitar Rp20,8 triliun) dan lebih dari 300 juta pengguna, platform ini telah menjadi fenomena global.

Namun, di balik kesuksesan yang gemerlap, OnlyFans menyimpan banyak misteri. Perusahaan ini dijalankan oleh segelintir karyawan, dimiliki oleh seorang miliarder Ukraina-Amerika yang nyaris tak pernah terlihat di publik, dan sebagian besar operasinya—termasuk moderasi konten—secara rahasia dijalankan dari Ukraina, sebuah negara yang tengah dilanda perang.

Ini adalah kisah tentang bagaimana sebuah situs web yang awalnya dirancang tanpa pornografi, secara dramatis bertransformasi menjadi mesin uang bernilai triliunan rupiah, yang ditenagai oleh para kreator konten dewasa dan didorong oleh sebuah ambisi besar untuk menjadi raksasa media sosial yang setara dengan Instagram dan X.

Sang Wajah Publik dan Narasi 'Pornografi Etis'
Mesin Uang Kontroversial: Di Balik Kisah Sukses OnlyFans, Ada Dapur Rahasia di Ukraina dan Miliarder Misterius

Wajah dari kerajaan Only Fans adalah Keily Blair, pengacara asal Irlandia yang diangkat menjadi CEO pada 2023. Dalam setiap penampilannya, Blair, seorang feminis dan "penggila keamanan", dengan lihai menyajikan OnlyFans sebagai platform yang memberdayakan, terutama bagi perempuan.

Ia lebih suka menyebut produk utamanya sebagai "pornografi etis", menghindari kata "P" yang dianggap tabu.
"Saya ingin anak-anak perempuan saya memiliki kehidupan online yang baik," katanya dalam sebuah konferensi. "Saya menginginkan hal yang sama untuk anak-anak Anda."

Namun, di balik narasi yang indah itu, "kata P" itulah yang menjadi mesin penggerak bisnis. OnlyFans mengambil potongan 20% dari setiap pendapatan kreator, yang hingga kini totalnya telah mencapai lebih dari USD20 miliar (sekitar Rp320 triliun) yang dibayarkan kepada 4,1 juta kreatornya.

Miliarder Misterius di Balik Tirai
Mesin Uang Kontroversial: Di Balik Kisah Sukses OnlyFans, Ada Dapur Rahasia di Ukraina dan Miliarder Misterius

Di balik Blair, ada sosok yang jauh lebih misterius: sang pemilik tunggal, Leonid Radvinsky. Pria berusia 42 tahun ini telah membayar dirinya sendiri dividen setidaknya USD1 miliar (sekitarRp 16 triliun) dalam tiga tahun terakhir.

Namun, ia adalah hantu. Reuters bahkan hanya bisa menemukan enam fotonya di seluruh internet. Situs-situs pribadinya lebih banyak berbicara tentang filantropi daripada mengakui bahwa kekayaannya dibangun di atas industri konten dewasa.

Radvinsky membeli OnlyFans pada 2018. Namun, ia bukanlah penciptanya.

Dari Jualan 'Fish & Chips' ke Kerajaan Konten Dewasa

Pencipta OnlyFans adalah pengusaha Inggris bernama Tim Stokely. Setelah gagal dengan beberapa situs fetish sebelumnya, ia meluncurkan OnlyFans pada 2016 dengan visi untuk menciptakan platform bagi semua jenis kreator untuk memonetisasi konten mereka. Awalnya, konten eksplisit dilarang.

Pada akhir 2017, larangan pornografi dicabut, dan platform itu meledak.

Ledakan di Era Pandemi dan Mesin Moderasi di Ukraina

Pandemi COVID-19 menjadi bahan bakar roket bagi OnlyFans. Jutaan orang yang terisolasi berbondong-bondong ke platform ini, mencari koneksi personal yang tidak ditawarkan oleh situs porno gratis. Pendapatan meroket dari USD5,6 juta menjadi USD432,9 juta antara 2019 dan 2021.

Salah satu kreator, Danielle Bregoli (Bhad Bhabie), menghasilkan lebih dari USD1 juta (sekitar Rp16 miliar) hanya dalam enam jam pertama setelah bergabung. Setahun kemudian, total pendapatannya mencapai hampir USD42 juta (sekitar Rp672 miliar).

Namun, di balik kisah sukses segelintir orang, banyak kreator lain yang berjuang keras hanya untuk mendapatkan upah minimum.

Seiring dengan ledakan konten, muncul masalah moderasi. Untuk menanganinya, OnlyFans secara diam-diam membangun "tim besar" di Ukraina. Para pekerja ini, yang direkrut melalui firma misterius bernama StopFraud, bekerja dari rumah untuk menyaring jutaan konten setiap hari.

Beberapa mantan moderator mengaku merasa seperti "mata-mata", bekerja dalam kondisi rahasia dengan rekan kerja yang hanya dikenal lewat nama panggilan.

Ditolak Wall Street, Tetap Menjadi Raja

Meskipun bisnisnya meroket, citra "porno" membuat OnlyFans menjadi "haram" bagi bank-bank besar di Wall Street. Pada 2023, upaya untuk mencari kemitraan dengan bank investasi besar gagal total. Para bankir khawatir akan risiko reputasi dan potensi konten ilegal di platform tersebut.

Namun, penolakan ini tidak menghentikan laju OnlyFans. Dengan arus kas yang melimpah, mereka tidak perlu go public. Dividen yang diterima Radvinsky pada tahun 2023, sebesar USD472 juta (sekitar Rp7,5 triliun), lebih besar dari gabungan pendapatan yang diterima oleh Ralph Lauren dan salah satu pendiri Nike, Phil Knight, dari perusahaan mereka masing-masing.

Pada akhirnya, OnlyFans tetap menjadi sebuah paradoks. Sebuah raksasa teknologi yang sangat sukses, dibangun di atas fondasi yang sering kali coba mereka samarkan.

Di bawah kepemimpinan Keily Blair, mereka terus berjuang untuk membersihkan citra mereka, mencoba meyakinkan dunia bahwa mereka lebih dari sekadar situs porno.

Namun, bagi para kreator dan kritikus, pertanyaan tentang pemberdayaan versus eksploitasi akanterusmenggema.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apple Ancam Siap Hapus...
Apple Ancam Siap Hapus Grok Milik Elon Musk dari App Store
OnlyFans Ternyata Turut...
OnlyFans Ternyata Turut Mendanai Genosida di Gaza, Warga Israel Pelanggan Terbesar Pornografi
Turki Terapkan Aturan...
Turki Terapkan Aturan Baru di Medsos untuk Melindungi Anak-anak
Inggris Desak Apple...
Inggris Desak Apple dan Google Blokir Konten Porno di Sistem Operasi
Mantan Artis Film Dewasa...
Mantan Artis Film Dewasa Ini Minta Semua Link Videonya Dihapus dari Internet
Komdigi Blokir Jutaan...
Komdigi Blokir Jutaan Konten Judol dan Pornografi yang Tersebar di Sosmed
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Berkas Lengkap dan Tahap...
Berkas Lengkap dan Tahap II Selesai, Suhari Segera Disidang Terkait Dugaan ITE–Pornografi
Kementerian Komdigi...
Kementerian Komdigi Putus Akses Sementara Grok untuk Tangkal Konten Pornografi AI
Rekomendasi
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
Berita Terkini
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Infografis
Ada Rusia di Balik Iran...
Ada Rusia di Balik Iran Sukses Ladeni Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved