Mesin Uang Kontroversial: Di Balik Kisah Sukses OnlyFans, Ada Dapur Rahasia di Ukraina dan Miliarder Misterius
Selasa, 01 Juli 2025 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
Seiring dengan ledakan konten, muncul masalah moderasi. Untuk menanganinya, OnlyFans secara diam-diam membangun "tim besar" di Ukraina. Para pekerja ini, yang direkrut melalui firma misterius bernama StopFraud, bekerja dari rumah untuk menyaring jutaan konten setiap hari.
Beberapa mantan moderator mengaku merasa seperti "mata-mata", bekerja dalam kondisi rahasia dengan rekan kerja yang hanya dikenal lewat nama panggilan.
Namun, penolakan ini tidak menghentikan laju OnlyFans. Dengan arus kas yang melimpah, mereka tidak perlu go public. Dividen yang diterima Radvinsky pada tahun 2023, sebesar USD472 juta (sekitar Rp7,5 triliun), lebih besar dari gabungan pendapatan yang diterima oleh Ralph Lauren dan salah satu pendiri Nike, Phil Knight, dari perusahaan mereka masing-masing.
Pada akhirnya, OnlyFans tetap menjadi sebuah paradoks. Sebuah raksasa teknologi yang sangat sukses, dibangun di atas fondasi yang sering kali coba mereka samarkan.
Di bawah kepemimpinan Keily Blair, mereka terus berjuang untuk membersihkan citra mereka, mencoba meyakinkan dunia bahwa mereka lebih dari sekadar situs porno.
Namun, bagi para kreator dan kritikus, pertanyaan tentang pemberdayaan versus eksploitasi akanterusmenggema.
Beberapa mantan moderator mengaku merasa seperti "mata-mata", bekerja dalam kondisi rahasia dengan rekan kerja yang hanya dikenal lewat nama panggilan.
Ditolak Wall Street, Tetap Menjadi Raja
Meskipun bisnisnya meroket, citra "porno" membuat OnlyFans menjadi "haram" bagi bank-bank besar di Wall Street. Pada 2023, upaya untuk mencari kemitraan dengan bank investasi besar gagal total. Para bankir khawatir akan risiko reputasi dan potensi konten ilegal di platform tersebut.Namun, penolakan ini tidak menghentikan laju OnlyFans. Dengan arus kas yang melimpah, mereka tidak perlu go public. Dividen yang diterima Radvinsky pada tahun 2023, sebesar USD472 juta (sekitar Rp7,5 triliun), lebih besar dari gabungan pendapatan yang diterima oleh Ralph Lauren dan salah satu pendiri Nike, Phil Knight, dari perusahaan mereka masing-masing.
Pada akhirnya, OnlyFans tetap menjadi sebuah paradoks. Sebuah raksasa teknologi yang sangat sukses, dibangun di atas fondasi yang sering kali coba mereka samarkan.
Di bawah kepemimpinan Keily Blair, mereka terus berjuang untuk membersihkan citra mereka, mencoba meyakinkan dunia bahwa mereka lebih dari sekadar situs porno.
Namun, bagi para kreator dan kritikus, pertanyaan tentang pemberdayaan versus eksploitasi akanterusmenggema.
(dan)
Lihat Juga :