Resmi Diluncurkan, ATLAS Dorong Kolaborasi Ekosistem Startup Kawasan Asia Pasifik
Selasa, 03 Juni 2025 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
Penandatanganan MoU tersebut diwakili oleh Faye Wongso, Founder & Chairperson, KUMPUL, Kotaro Adachi, Co-Founder & CEO, TechShake, Oranuch (Mimee) Lerdsuwankij, Co-Founder & CEO,Techsauce, Cong-Thang Huynh, Co-Founder & CEO, InnoLab Asia.
“Kami (ATLAS) terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan pemangku kepentingan global yang memiliki visi serupa dalam membentuk masa depan inovasi Asia Pasifik,” ucapnya.
Untuk menjalankan misinya, ATLAS akan menjalankan berbagai inisiatif utama, antara lain: Konvergensi Regional Secara Tatap Muka, seperti konferensi, pertemuan strategis, dan kunjungan delegasi di kawasan Asia Pasifik.
“Menghasilkan riset dan pemikiran strategis untuk memandu pengembangan ekosistem regional, hingga menjalankan Program Akselerasi Akses Pasar Global, untuk membantu startup masuk dan berkembang di pasar internasional,” jelasnya.
Dia mengungkapkan pada tahap awal pendirian ATLAS, anggota pendiri ATLAS membentuk Komite Aliansi ATLAS yang bertugas dalam menetapkan arah strategis dan menyusun peta jalan pertumbuhan aliansi.
Kemudian, di tahap kedua yang dimulai pada kuartal kedua 2025 akan membuka peluang kolaborasi dan keanggotaan dengan lembaga atau organisasi yang memiliki visi serupa dan memenuhi kriteria keanggotaan.
Dikatakan, ATLAS terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan pemangku kepentingan global yang memiliki visi serupa dalam membentuk masa depan inovasi Asia Pasifik.
Faye menuturkan setiap negara pendiri ATLAS memiliki keunggulan sendiri yang memperkuat kolaborasi. Indonesia diproyeksikan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada 2025 (World Bank & IMF, 2024), yang didorong oleh perkembangan ekonomi digital dan basis konsumen digital yang luas.
“Kami (ATLAS) terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan pemangku kepentingan global yang memiliki visi serupa dalam membentuk masa depan inovasi Asia Pasifik,” ucapnya.
Untuk menjalankan misinya, ATLAS akan menjalankan berbagai inisiatif utama, antara lain: Konvergensi Regional Secara Tatap Muka, seperti konferensi, pertemuan strategis, dan kunjungan delegasi di kawasan Asia Pasifik.
“Menghasilkan riset dan pemikiran strategis untuk memandu pengembangan ekosistem regional, hingga menjalankan Program Akselerasi Akses Pasar Global, untuk membantu startup masuk dan berkembang di pasar internasional,” jelasnya.
Dia mengungkapkan pada tahap awal pendirian ATLAS, anggota pendiri ATLAS membentuk Komite Aliansi ATLAS yang bertugas dalam menetapkan arah strategis dan menyusun peta jalan pertumbuhan aliansi.
Kemudian, di tahap kedua yang dimulai pada kuartal kedua 2025 akan membuka peluang kolaborasi dan keanggotaan dengan lembaga atau organisasi yang memiliki visi serupa dan memenuhi kriteria keanggotaan.
Dikatakan, ATLAS terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan pemangku kepentingan global yang memiliki visi serupa dalam membentuk masa depan inovasi Asia Pasifik.
Faye menuturkan setiap negara pendiri ATLAS memiliki keunggulan sendiri yang memperkuat kolaborasi. Indonesia diproyeksikan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada 2025 (World Bank & IMF, 2024), yang didorong oleh perkembangan ekonomi digital dan basis konsumen digital yang luas.
Lihat Juga :