Resmi Diluncurkan, ATLAS Dorong Kolaborasi Ekosistem Startup Kawasan Asia Pasifik
Selasa, 03 Juni 2025 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian Vietnam diperkirakan mencatat pertumbuhan sebesar 6,6% (ADB, 2024), dan telah memposisikan diri sebagai pusat manufaktur berbasis teknologi dan inovasi, serta semakin diakui sebagai salah satu poros teknologi baru di kawasan Asia.
Filipina juga mencatat proyeksi pertumbuhan sebesar 6,0% (IMF, 2024), ditopang oleh sektor jasa dan meningkatnya adopsi teknologi digital. Ekosistem startup di negara ini turut diperkuat melalui program inovasi yang didukung pemerintah.
Begitu juga dengan Thailand diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar 2,9% pada 2025 (World Bank & IMF, 2024), dengan peran penting dalam mendorong inovasi kawasan melalui kolaborasi pemerintah dan swasta, agenda transformasi digital, serta kepemimpinan dalam membangun ekosistem teknologi yang dapat dikembangkan secara luas dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Faye menambahkan bahwa untuk bergabung dengan ATLAS, calon anggota harus menunjukkan Kesesuaian strategis dan keselarasan misi dalam mendukung perusahaan startup, inovasi, dan kewirausahaan.
Kemudian memiliki keahlian industri yang relevan, termasuk investor (Venture Capitalists (VC), Corporate Venture Capital (CVC), angel investor), inkubator, akselerator, ruang kerja bersama, pusat inovasi, atau pendukung ekosistem pemerintah.
“Terakhir memiliki komitmen terhadap keberlanjutan dan kolaborasi jangka panjang, termasuk dampak yang terukur di berbagai bidang seperti penciptaan lapangan kerja, investasi, dan program inovasi,”tuturnya.
Faye mengungkapkan Asia Pasifik kini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan potensi kewirausahaan dan teknologi terbesar di dunia.
“Bagi pihak yang tertarik untuk berkolaborasi atau bergabung dengan ATLAS atau ingin mengetahui lebih lanjut, dipersilakan mengisi formulir melalui tautan berikut: s.id/BePartofATLAS,” tutupnya
Filipina juga mencatat proyeksi pertumbuhan sebesar 6,0% (IMF, 2024), ditopang oleh sektor jasa dan meningkatnya adopsi teknologi digital. Ekosistem startup di negara ini turut diperkuat melalui program inovasi yang didukung pemerintah.
Begitu juga dengan Thailand diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar 2,9% pada 2025 (World Bank & IMF, 2024), dengan peran penting dalam mendorong inovasi kawasan melalui kolaborasi pemerintah dan swasta, agenda transformasi digital, serta kepemimpinan dalam membangun ekosistem teknologi yang dapat dikembangkan secara luas dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Faye menambahkan bahwa untuk bergabung dengan ATLAS, calon anggota harus menunjukkan Kesesuaian strategis dan keselarasan misi dalam mendukung perusahaan startup, inovasi, dan kewirausahaan.
Kemudian memiliki keahlian industri yang relevan, termasuk investor (Venture Capitalists (VC), Corporate Venture Capital (CVC), angel investor), inkubator, akselerator, ruang kerja bersama, pusat inovasi, atau pendukung ekosistem pemerintah.
“Terakhir memiliki komitmen terhadap keberlanjutan dan kolaborasi jangka panjang, termasuk dampak yang terukur di berbagai bidang seperti penciptaan lapangan kerja, investasi, dan program inovasi,”tuturnya.
Faye mengungkapkan Asia Pasifik kini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan potensi kewirausahaan dan teknologi terbesar di dunia.
“Bagi pihak yang tertarik untuk berkolaborasi atau bergabung dengan ATLAS atau ingin mengetahui lebih lanjut, dipersilakan mengisi formulir melalui tautan berikut: s.id/BePartofATLAS,” tutupnya
(unt)
Lihat Juga :