Hindari Ganguan Mental, Banyak Orang Kembali ke HP Jadul
Kamis, 15 Mei 2025 - 21:28 WIB
loading...
A
A
A
Banyak individu yang mengaku kesulitan mengendalikan waktu penggunaan ponsel, meski sudah memasang pengingat atau aplikasi pembatas waktu.
Kelelahan digital atau digital fatigue bukan lagi sesuatu yang asing. Perasaan terbebani dengan notifikasi tanpa henti, kebutuhan untuk terus merespons pesan atau informasi, hingga rasa cemas karena membandingkan hidup sendiri dengan kehidupan yang tampil “sempurna” di media sosial adalah beberapa gejalanya.
Sebagai respons terhadap kelelahan tersebut, sebagian orang mulai mencari cara untuk melepaskan diri dari keterikatan pada ponsel pintar.
Salah satu yang paling menonjol adalah kembalinya penggunaan HP jadul, jenis ponsel yang hanya bisa digunakan untuk menelepon dan SMS, tanpa akses ke media sosial, aplikasi, atau internet.
Merek seperti Nokia 3310, yang sempat berjaya di awal 2000-an, kini kembali populer di kalangan pengguna muda.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara, penjualan “dumb phone” mengalami peningkatan signifikan di Amerika Serikat dan Eropa, terutama di kalangan Gen Z yang justru ingin hidup lebih lambat dan terfokus.
Kelelahan digital atau digital fatigue bukan lagi sesuatu yang asing. Perasaan terbebani dengan notifikasi tanpa henti, kebutuhan untuk terus merespons pesan atau informasi, hingga rasa cemas karena membandingkan hidup sendiri dengan kehidupan yang tampil “sempurna” di media sosial adalah beberapa gejalanya.
Sebagai respons terhadap kelelahan tersebut, sebagian orang mulai mencari cara untuk melepaskan diri dari keterikatan pada ponsel pintar.
Salah satu yang paling menonjol adalah kembalinya penggunaan HP jadul, jenis ponsel yang hanya bisa digunakan untuk menelepon dan SMS, tanpa akses ke media sosial, aplikasi, atau internet.
Merek seperti Nokia 3310, yang sempat berjaya di awal 2000-an, kini kembali populer di kalangan pengguna muda.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara, penjualan “dumb phone” mengalami peningkatan signifikan di Amerika Serikat dan Eropa, terutama di kalangan Gen Z yang justru ingin hidup lebih lambat dan terfokus.
Lihat Juga :