Roket Uni Soviet Kembali ke Bumi setelah 53 Tahun Terjebak di Antariksa

Senin, 12 Mei 2025 - 16:42 WIB
loading...
Roket Uni Soviet Kembali...
Roket Uni Soviet Kembali ke Bumi . FOTO/ IFL SCIENCE
A A A
MOSCOW - Sebuah pesawat ruang angkasa yang terjebak di orbit Bumi selama 53 tahun akhirnya kembali ke Bumi.

BACA JUGA - Stasiun Luar Angkasa Internasional Bermanuver Hindari Puing Roket Rusia

Kosmos 482 , sisa terakhir program eksplorasi Venus Soviet, terjun dalam masuk kembali yang tidak terkendali ke atmosfer Bumi pada 10 Mei 2025, lebih dari 53 tahun setelah dikirim dalam misinya pada 31 Maret 1972.

Karena Kosmos 482 dibangun untuk bertahan dalam kondisi di Venus – suhu terik dengan rata-rata 464 °C (867 °F), hujan asam, dan tekanan atmosfer yang sangat tinggi – para ilmuwan berhipotesis bahwa wahana pendarat seberat 495 kilogram (1.091 pon) itu mungkin setidaknya sebagian mampu bertahan saat memasuki atmosfer.

Namun, menurut badan antariksa pemerintah Rusia, wahana antariksa itu kemungkinan jatuh ke laut. Hal ini tidak mengejutkan, mengingat sekitar 71 persen permukaan Bumi ditutupi air.

"Wahana antariksa Kosmos-482, yang diluncurkan pada tahun 1972, tidak ada lagi, keluar dari orbit, dan jatuh ke Samudra Hindia," tulis Roscosmos dalam sebuah posting Telegram pada tanggal 10 Mei.

“Menurut perhitungan spesialis dari TsNIIMash (bagian dari Roscosmos), wahana antariksa itu memasuki lapisan atmosfer padat pada pukul 09:24 waktu Moskow [06:24 UTC], 560 kilometer sebelah barat Pulau Andaman Tengah, dan jatuh ke Samudra Hindia di sebelah barat Jakarta.”

Astronom Marco Langbroek dari SatTrackCam Leiden, fasilitas pelacakan satelit di Belanda, mengatakan masih terdapat ketidakpastian mengenai tempat peristirahatan terakhir Kosmos 482, karena perhitungan Roscosmos tidak didasarkan pada observasi, tetapi pemodelan.

Namun, Badan Antariksa Eropa memperkirakan waktu masuknya adalah 06:16 UTC, dan Universitas Teknik Denmark memperkirakannya pada 06:40 UTC . Perkiraan Roscosmos berada tepat di tengah-tengah kedua perkiraan tersebut.

Samudra Hindia, kata Langbroek, adalah tempat yang paling memungkinkan bagi wahana antariksa itu untuk mendarat. Kita tidak akan tahu pasti sampai ada lebih banyak data.

Untuk saat ini, kita harus puas dengan kenyataan bahwa benda itu benar-benar jatuh, dan tidak mendarat di tempat yang akan menimbulkan masalah apa pun, yang merupakan kemenangan yang baik bagi umat manusia, jika mempertimbangkan semua hal.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
Rekomendasi
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved