Komdigi Tebar Jaring Raksasa, 1,5 Juta Konten Haram Rontok! Transaksi Judi Online Terjungkal
Sabtu, 10 Mei 2025 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Tak luput dari incaran adalah raksasa media sosial seperti Meta (Facebook dan Instagram) dengan 58.585 konten, layanan berbagi file dengan 48.370 konten, Google termasuk YouTube sebanyak 18.534 konten, X (dulu Twitter) sebanyak 10.086 konten, TikTok dengan 550 konten, Telegram sebanyak 880 konten, serta berbagai platform lainnya.
Namun, Komdigi tak hanya fokus pada pemblokiran konten. Ibarat memburu tikus hingga ke liangnya, mereka juga bergerak cepat membidik para pemilik rekening dan dompet digital yang diduga kuat terlibat dalam pusaran haram ini.
Dalam rentang Juli 2023 hingga Mei 2025, sebanyak 14.478 nomor rekening dan 2.188 akun dompet digital telah diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk ditindaklanjuti! Sebuah langkah tegas untuk memutus aliran dana para bandar judol.
Kendati demikian, Alexander Sabar dengan nada memperingatkan menegaskan bahwa pertempuran melawan judol belumlah usai! Ia menyerukan persatuan dan kolaborasi dari seluruh elemen bangsa untuk terus memberantas praktik haram ini hingga ke akar-akarnya.
"Perjuangan melawan judi online masih belum selesai tentunya dan perlu aksi kolaboratif dari kita semua. Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga ruang digital yang aman dan terpercaya," serunya dengan penuh harap.
Namun, Komdigi tak hanya fokus pada pemblokiran konten. Ibarat memburu tikus hingga ke liangnya, mereka juga bergerak cepat membidik para pemilik rekening dan dompet digital yang diduga kuat terlibat dalam pusaran haram ini.
Dalam rentang Juli 2023 hingga Mei 2025, sebanyak 14.478 nomor rekening dan 2.188 akun dompet digital telah diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk ditindaklanjuti! Sebuah langkah tegas untuk memutus aliran dana para bandar judol.
Kendati demikian, Alexander Sabar dengan nada memperingatkan menegaskan bahwa pertempuran melawan judol belumlah usai! Ia menyerukan persatuan dan kolaborasi dari seluruh elemen bangsa untuk terus memberantas praktik haram ini hingga ke akar-akarnya.
"Perjuangan melawan judi online masih belum selesai tentunya dan perlu aksi kolaboratif dari kita semua. Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga ruang digital yang aman dan terpercaya," serunya dengan penuh harap.
Lihat Juga :