Ajaib, Ilmuwan Temukan Bakteri yang Bisa Menyalakan Lampu!
Rabu, 07 Mei 2025 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
Cheng Li, peneliti pascadoktoral di Oregon State University dan salah satu penulis penelitian, menjelaskan bahwa spesies yang baru ditemukan ini dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana bakteri kabel berevolusi dan bagaimana mereka dapat berfungsi di berbagai lingkungan.
Di dalam punggungan bakteri baru ini terdapat serat yang mengandung kompleks logam berpusat pada nikel, yang berfungsi sebagai "kawat biologis" yang secara efisien mengangkut elektron sepanjang filamen. Seolah-olah struktur itu sendiri dirancang dengan tujuan rekayasa.
Baca Juga: Penemuan Ladang Ganja di Gunung Bromo: Mengapa Ganja Harus Ditanam di Ketinggian?
Kinerja fisik bakteri sebagai konduktor sangat mengesankan. Ketika para peneliti menempatkan filamen yang diisolasi secara mikroskopis pada elektroda emas dan menerapkan tegangan, grafik yang menunjukkan perubahan arus dan tegangan menghasilkan kurva I-V linier dan simetris—yang mengimplikasikan konduktivitas listrik yang tinggi. Resistansi listrik spesies baru ini kira-kira 370 kilo-ohm, yang sama dengan atau lebih baik daripada bakteri kabelyangdikenal.
Konduktivitas Listrik Tinggi
Candidatus Electrothrix yaqonensis berbeda dari bakteri kabel biasa. Yang paling mencolok adalah bahwa filamen spesies baru ini dikelilingi oleh selubung tebal dan transparan. Menurut peneliti, struktur ini belum pernah terlihat sebelumnya. Selubung ini tidak menghantarkan listrik dan diduga melindungi filamen dari lingkungan dan musuh asing.Di dalam punggungan bakteri baru ini terdapat serat yang mengandung kompleks logam berpusat pada nikel, yang berfungsi sebagai "kawat biologis" yang secara efisien mengangkut elektron sepanjang filamen. Seolah-olah struktur itu sendiri dirancang dengan tujuan rekayasa.
Baca Juga: Penemuan Ladang Ganja di Gunung Bromo: Mengapa Ganja Harus Ditanam di Ketinggian?
Kinerja fisik bakteri sebagai konduktor sangat mengesankan. Ketika para peneliti menempatkan filamen yang diisolasi secara mikroskopis pada elektroda emas dan menerapkan tegangan, grafik yang menunjukkan perubahan arus dan tegangan menghasilkan kurva I-V linier dan simetris—yang mengimplikasikan konduktivitas listrik yang tinggi. Resistansi listrik spesies baru ini kira-kira 370 kilo-ohm, yang sama dengan atau lebih baik daripada bakteri kabelyangdikenal.
(dan)
Lihat Juga :