Kontroversi Worldcoin: Antara Janji Utopis dan Ancaman Privasi di Era Digital

Senin, 05 Mei 2025 - 13:40 WIB
loading...
A A A
Worldcoin sendiri telah melakukan pengujian Orb di berbagai negara, termasuk Sudan, Chili, dan Indonesia, dan menyatakan bahwa aplikasi World App akan tersedia di lebih dari 80 negara.

Gelombang Kritik dan Kekhawatiran Privasi

Peluncuran Worldcoin tidak luput dari badai kritik, terutama terkait dengan penanganan data biometrik pengguna. Menanggapi cuitan Altman yang memperkenalkan proyek ini pada tahun 2021, mantan kontraktor intelijen AS, Edward Snowden, dengan tegas memperingatkan, "Jangan katalogkan bola mata."

Investigasi oleh MIT Technology Review mengungkap kekhawatiran serius mengenai metode Worldcoin dalam mengumpulkan data biometrik dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, Kenya, dan Kolombia, selama fase pengujian proyek. Laporan tersebut menemukan bahwa perusahaan menggunakan "praktik pemasaran yang menipu, mengumpulkan lebih banyak data pribadi daripada yang diakui, dan gagal mendapatkan persetujuan berdasarkan informasi yang memadai" dari para pengguna.

Molly White, seorang peneliti kripto yang mengelola situs web Web3 is Going Just Great, kepada Context menyatakan bahwa pengujian ini "merupakan ciri khas praktik di industri teknologi untuk bereksperimen pada komunitas yang tidak memiliki banyak daya tawar dan mungkin lebih mudah dipaksa untuk terlibat dalam proyek tersebut."

Laporan dari Gizmodo bahkan mengungkapkan bahwa orang-orang di China telah membeli pemindaian iris mata di pasar gelap untuk mengakses jaringan beta Worldcoin, yang menyediakan verifikasi KYC untuk Aplikasi World.

Baca Juga: Kontroversi Pembekuan Worldcoin dan WorldID di Indonesia, Tawarkan Rp800 Ribu Ditukar dengan Data Biometrik Pribadi

Untuk memastikan privasi pengguna, Worldcoin menyatakan bahwa setelah sistemnya dioptimalkan, mereka akan menganonimkan dan menghancurkan data biometrik pengguna. Meskipun telah merekam dan menyimpan ribuan pemindaian iris mata untuk melatih algoritmanya, perusahaan belum memberikan batas waktu yang jelas untuk penghapusan data tersebut. Juru bicara Worldcoin menegaskan bahwa "Satu-satunya data pribadi yang meninggalkan Orb adalah pesan yang berisi representasi numerik dari fitur terpenting gambar, kode iris, untuk memvalidasi keunikan."

Indonesia Bereaksi: Pembekuan Izin dan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran

Popularitas Worldcoin yang meroket di Indonesia, terutama karena imbalan token WLD bagi mereka yang bersedia dipindai iris matanya, tidak luput dari perhatian pihak berwenang. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil tindakan tegas dengan membekukan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) layanan World IDdanWorldcoin.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Elon Musk vs Sam Altman:...
Elon Musk vs Sam Altman: Dari Rekan Jadi Lawan, Kini Berujung Gugatan Triliunan Rupiah
Babak Belur Dihantam...
Babak Belur Dihantam Kritik Global: Insiden Bocornya Rahasia Triliunan Rupiah Paksa IGRS Dievaluasi Total
Komdigi Hentikan Sementara...
Komdigi Hentikan Sementara IGRS, Siap Lakukan Evaluasi
Komdigi Tindak 4,1 Juta...
Komdigi Tindak 4,1 Juta Konten Negatif, AVISI Dorong Penguatan Perang Melawan Pembajakan Digital
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Rekomendasi
Jakarta Pro Cycling...
Jakarta Pro Cycling Team Raih 5 Medali di Kejurnas Road 2026, Aligya Keiko Bersinar dengan Emas
RCTI Rilis Sinetron...
RCTI Rilis Sinetron 'Terlanjur Mencintaimu', Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Siap Bikin Baper
Bintang Senegal Boikot...
Bintang Senegal Boikot Timnas Usai Tersingkir Dramatis di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved