Kontroversi Worldcoin: Antara Janji Utopis dan Ancaman Privasi di Era Digital
Senin, 05 Mei 2025 - 13:40 WIB
loading...
A
A
A
Mekanisme Kontroversial: Pemindaian Iris Demi Identitas Digital dan Kekayaan Kripto
Untuk menerima token WLD, setiap individu yang mendaftar harus rela iris matanya dipindai oleh Orb. Proses ini diklaim sebagai cara untuk memastikan bahwa setiap pendaftar adalah manusia unik dan hanya mendaftar satu kali.
Jeremy Clark dari Concordia Institute for Information Systems Engineering di Kanada menjelaskan bahwa sementara mata uang kripto seperti Bitcoin memungkinkan siapa saja mendaftar dengan identitas ganda, Worldcoin berupaya untuk memberikan satu dan hanya satu alamat kripto kepada setiap individu di planet ini.
Menurut situs web Worldcoin, satu-satunya data yang disimpan oleh Orb adalah "IrisHash," serangkaian angka yang dihasilkan untuk mengidentifikasi individu berdasarkan pola iris mata mereka.
Perusahaan mengklaim bahwa Orb tidak menyimpan data biometrik mentah. Juru bicara Worldcoin dalam email kepada Context menyatakan bahwa "Gambar yang dikumpulkan oleh Orb segera dihapus kecuali diminta secara langsung oleh orang yang mendaftar."
Setelah individu menerima IrisHash unik dan dompet kripto mereka, mereka akan menerima "World ID," paspor digital yang berfungsi sebagai bukti keunikan.
Potensi aplikasi World ID sangat luas. Dari Afghanistan hingga Inggris, biometrik dan ID digital semakin banyak digunakan untuk memungkinkan orang memberikan suara dan mengakses layanan dasar seperti perawatan kesehatan dan bank makanan.
Untuk menerima token WLD, setiap individu yang mendaftar harus rela iris matanya dipindai oleh Orb. Proses ini diklaim sebagai cara untuk memastikan bahwa setiap pendaftar adalah manusia unik dan hanya mendaftar satu kali.
Jeremy Clark dari Concordia Institute for Information Systems Engineering di Kanada menjelaskan bahwa sementara mata uang kripto seperti Bitcoin memungkinkan siapa saja mendaftar dengan identitas ganda, Worldcoin berupaya untuk memberikan satu dan hanya satu alamat kripto kepada setiap individu di planet ini.
Menurut situs web Worldcoin, satu-satunya data yang disimpan oleh Orb adalah "IrisHash," serangkaian angka yang dihasilkan untuk mengidentifikasi individu berdasarkan pola iris mata mereka.
Perusahaan mengklaim bahwa Orb tidak menyimpan data biometrik mentah. Juru bicara Worldcoin dalam email kepada Context menyatakan bahwa "Gambar yang dikumpulkan oleh Orb segera dihapus kecuali diminta secara langsung oleh orang yang mendaftar."
Setelah individu menerima IrisHash unik dan dompet kripto mereka, mereka akan menerima "World ID," paspor digital yang berfungsi sebagai bukti keunikan.
Potensi aplikasi World ID sangat luas. Dari Afghanistan hingga Inggris, biometrik dan ID digital semakin banyak digunakan untuk memungkinkan orang memberikan suara dan mengakses layanan dasar seperti perawatan kesehatan dan bank makanan.
Lihat Juga :