Kontroversi Pembekuan Worldcoin dan WorldID di Indonesia, Tawarkan Rp800 Ribu Ditukar dengan Data Biometrik Pribadi
Senin, 05 Mei 2025 - 13:23 WIB
loading...
A
A
A
TFH beralasan, teknologi baru seringkali menghadapi skeptisisme dan kekhawatiran di awal kemunculannya, sebelum akhirnya diterima secara luas oleh masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Mereka juga mengklaim telah melakukan diskusi berkelanjutan dan mendalam dengan pemerintah, memastikan kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Komdigi Bekukan Izin Worldcoin dan WorldID, Ini Alasannya
Lebih lanjut, TFH menegaskan bahwa teknologi verifikasi keunikan individu yang mereka gunakan bertujuan untuk mengatasi permasalahan misinformasi, disinformasi, pencurian identitas, dan deep fake di era kecerdasan buatan (AI).
Proses verifikasi ini diklaim dilakukan tanpa menyimpan data pribadi pengguna, melainkan memberikan kendali penuh atas informasi tersebut kepada pengguna itu sendiri. TFH menekankan bahwa informasi pribadi pengguna tidak dapat diakses oleh Worldcoin maupun pihak kontributor seperti ToolsforHumanity.
Mereka juga mengklaim telah melakukan diskusi berkelanjutan dan mendalam dengan pemerintah, memastikan kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Komdigi Bekukan Izin Worldcoin dan WorldID, Ini Alasannya
Lebih lanjut, TFH menegaskan bahwa teknologi verifikasi keunikan individu yang mereka gunakan bertujuan untuk mengatasi permasalahan misinformasi, disinformasi, pencurian identitas, dan deep fake di era kecerdasan buatan (AI).
Proses verifikasi ini diklaim dilakukan tanpa menyimpan data pribadi pengguna, melainkan memberikan kendali penuh atas informasi tersebut kepada pengguna itu sendiri. TFH menekankan bahwa informasi pribadi pengguna tidak dapat diakses oleh Worldcoin maupun pihak kontributor seperti ToolsforHumanity.
(dan)
Lihat Juga :