Ngeri! AI Jahat Skynet di Film Terminator yang Menguasai Manusia bisa Jadi Kenyataan 10 Tahun Lagi!

Selasa, 29 April 2025 - 08:07 WIB
loading...
Ngeri! AI Jahat Skynet...
Geoffrey Hinton merasa senang berusia 77 tahun karena teknologi tidak akan menguasai dunia selama hidupnya. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Bapak kecerdasan buatan Geoffrey Hinton mengatakan, ada peluang 10-20 persen bahwa sistem AI suatu hari ini akan mengambil kendali dari manusia. Menurut Hinton yang disebut “godfather-nya AI” itu, teknologi ini berkembang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Ia memperingatkan bahwa jika AI sudah super-cerdas, manusia mungkin tidak memiliki cara untuk menghentikan atau mengambil alih. Ini mirip dengan Skynet di film Terminator. Di film Hollywood tersebut, Skynet digambarkan sebagai pikiran kelompok sadar berbasis jaringan saraf tiruan yang bertujuan membinasakan manusia. Skynet adalah AGI, ASI, serta Singularitas.

Hinton, yang sebelumnya bekerja di Google, menyebut pengembangan AI saat ini sama dengan membesarkan anak harimau yang bisa menjadi mematikan.

Hinton, yang sering disebut sebagai "bapak baptis AI," menyebut saat ini AI berkembang lebih cepat dari yang pernah diprediksi para ahli. Jika AI melampaui kecerdasan manusia, umat manusia mungkin tidak dapat mencegahnya mengambil kendali.

“Hal-hal yang lebih cerdas dari Anda akan mampu memanipulasi Anda," kata Hinton, yang dianugerahi Hadiah Nobel Fisika 2024 atas terobosannya dalam pembelajaran mesin.

Ia membandingkan manusia yang mengembangkan AI dengan membesarkan seekor harimau. "Ini hanyalah anak harimau yang sangat lucu," katanya. "Sekarang, kecuali Anda bisa sangat yakin bahwa ia tidak akan ingin membunuh Anda ketika dewasa, Anda harus khawatir."

Hinton memperkirakan "ada peluang 10 hingga 20%" bahwa sistem AI pada akhirnya dapat mengambil kendali, meskipun ia menekankan bahwa mustahil untuk memprediksi secara pasti.

Salah satu alasan kekhawatirannya adalah munculnya agen AI, yang tidak hanya menjawab pertanyaan tetapi dapat melakukan tugas secara otonom. "Segalanya menjadi lebih menakutkan dari sebelumnya," kata Hinton.

Pengembangan untuk mencapai AI super-cerdas juga diprediksi lebih pendek dari yang diperkirakan, kata Hinton.

Setahun yang lalu, ia percaya bahwa akan ada waktu lima hingga 20 tahun sebelum kedatangan AI yang dapat melampaui kecerdasan manusia di setiap domain. Sekarang, ia mengatakan "ada kemungkinan besar itu akan ada dalam 10 tahun atau kurang."

Hinton juga memperingatkan bahwa persaingan global antara perusahaan teknologi dan negara membuat "sangat, sangat tidak mungkin" umat manusia akan menghindari pembangunan super-kecerdasan.

"Mereka semua mengejar hal berkilau berikutnya," katanya. "Masalahnya adalah apakah kita dapat merancangnya sedemikian rupa sehingga ia tidak pernah ingin mengambil kendali."

Baca Juga: Grok Kecerdasan Buatan Elon Musk Bermasalah dengan Pemerintah AS

Hinton juga menyatakan kekecewaannya dengan perusahaan teknologi yang pernah ia kagumi. Ia mengatakan "sangat kecewa" bahwa Google — tempat ia bekerja selama lebih dari satu dekade — membalikkan pendiriannya terhadap aplikasi militer AI. "Saya tidak akan senang bekerja untuk salah satu dari mereka hari ini," tambahnya.

Hinton mengundurkan diri dari Google pada 2023. Ia mengatakan bahwa ia pergi agar dapat berbicara secara bebas tentang bahaya pengembangan AI. Ia sekarang menjadi profesor emeritus di UniversitasToronto.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Rekomendasi
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Berita Terkini
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved