Aplikasi BLC Permudah Masyarakat Indonesia Antisipasi COVID – 19

Minggu, 03 Mei 2020 - 14:30 WIB
loading...
Aplikasi BLC Permudah...
Pakar Epidemiologi Dewi Nur Aisyah
A A A
JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID – 19 meluncurkan aplikasi berbasis gawai Bersatu Lawan COVID hari ini, Minggu (3/5). Aplikasi Bersatu Lawan COVID (BLC) mempermudah masyarakat untuk menyikapi dan merespons Coronavirus disease 2019 atau COVID – 19.

BLC, aplikasi berbasis gawai atau telepon pintar, memiliki beberapa fitur fungsi. Melalui akses BLC, masyarakat dapat mengetahui kerentanan lokasi persebaran COVID – 19 di sekitar. Dengan tampilan secara spasial, sebaran COVID – 19 dapat dilihat secara mudah sehingga mereka dapat membangun kewaspadaan. Selain itu, aplikasi ini membantu masyarakat untuk mendeteksi gejala COVID – 19. Apabila ada situasi masyarakat merasakan gejala yang dikenali, ini membantu untuk mempercepat konsultasi dan pemeriksaan diri oleh tenaga kesehatan pada tahap awal.

BLC membantu masyarakat untuk mengenali ancaman maupun bahaya COVID - 19 sehingga mereka dapat juga mengurangi risiko yang lebih besar.

Pemimpin program konten aplikasi BLC dr. Sheila Rachma menyampaikan bahwa fitur Bersatu Lawan COVID dikembangkan berdasarkan data terkini, tinjauan ilmiah dan berbasis bukti.

“Masyarakat dapat menggunakan fitur periksa gejala mandiri untuk mengetahui status kesehatan, pemantauan isolasi diri, telekonsultasi, mengetahui kerawanan daerah dan edukasi harian,” ujar Sheila saat konferensi persi di Graha BNPB, Jakarta, pada Minggu (3/5).

Selain masyarakat, aplikasi ini dapat digunakan oleh petugas kesehatan. Mereka dapat melihat perkembangan pasien, fitur pemeriksaan rapid diagnostic test atau RDT dan data riwayat medis pasien.

“Aplikasi ini mempermudah petugas untuk dapat melakukan pemantauan pasien COVID pada wilayah kerjanya, melaporkan hasil pemeriksaan pasien termasuk rapid test dan lain-lain. Mobile apps ini terkoneksi langsung ke dalam sistem utama Bersatu Lawan COVID,” ujar Sheila.

Sistem aplikasi ini dikembangkan oleh kementerian, institusi dan pihak lain di bawah koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID – 19. Pengembangan ini dilatarbelakangi tekad untuk merangkul seluruh masyarakat. Berbagai komponen tersebut telah bahu membahu untuk menanggulangi COVID – 19.

“Mobile apps Bersatu Lawan COVID ini dibentuk dari kolaborasi segala macam aspek tidak hanya menggunakan pendekatan medis melainkan kesehatan masyarakat, psikologis dan sosial,” ungkap Sheila.

Ia menambahkan, “Adanya sinergi dan kedisiplinan dari seluruh aspek kita jadikan sistem ini sebagai tembok pertama dalam pertahanan mencegah dan melawan COVID-19.”

Sementara itu, Pakar Epidemiologi Dewi Nur Aisyah mengatakan bahwa integrase data sangat penting.

“Ini seperti ibarat peta navigasi dalam menghadapi COVID – 19,” ujar Dewi.

Ia juga mengatakan bahwa data yang cepat, akurat dan terintegrasi dibutuhkan untuk menyusun kebijakan dan strategi dalam menghadapi pandemi. Data terintegrasi tidak hanya terkait dengan data kesehatan tetapi data lain, seperti data ekonomi dan sosial.

Di samping itu, pengembangan sistem yang dibangun Kevin Daniel Pantasdo ini tidak terlepas dari pemanfaatan aplikasi yang terlebih dahulu diciptakan yakni Fight Covid – 19, oleh Ahmad Alghozi Ramadhan dan tim pengembang, Piky Hamonangan, Wahyu Nurhidayat dan Hudio Hizari.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
Menolak untuk Divaksin,...
Menolak untuk Divaksin, Pegawai Google Terancam Dipecat
Menkominfo: Masyarakat...
Menkominfo: Masyarakat Harus Siap Hidup Berdampingan dengan Covid-19
Varian Delta Paksa Facebook...
Varian Delta Paksa Facebook Tak Izinkan Karyawannya ke Kantor hingga 2022
Microsoft Wajibkan Karyawan...
Microsoft Wajibkan Karyawan Vaksin Jika Masih Mau Kerja Lagi
Aplikasi Ini Mampu Pantau...
Aplikasi Ini Mampu Pantau Perkembangan Kasus COVID-19 di Dunia
8 Virus yang Berpotensi...
8 Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi, Ancaman bagi Kesehatan Global
Diserang Virus Misterius,...
Diserang Virus Misterius, Warga Kazakhstan Diwajibkan Pakai Masker hingga 2025
Ilmuwan Klaim Covid-19...
Ilmuwan Klaim Covid-19 Kini Tak Lagi Menyerang Manusia
Rekomendasi
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved