CIA Punya Bukti Covid-19 Berasal dari Bocornya Laboratorium di China

Selasa, 28 Januari 2025 - 06:28 WIB
loading...
A A A
BEIJING - Kecerdasan buatan (AI) ditakuti oleh banyak orang karena potensi yang dimilikinya jika menjadi terlalu canggih, seperti menggantikan pekerjaan, menjadi lebih berpengetahuan daripada manusia, atau bahkan menimbulkan ancaman bagi kita.

Sekarang, dalam perkembangan yang cukup mengkhawatirkan, para ilmuwan yang mempelajarinya menemukan bahwa virus tersebut telah berkembang sedemikian rupa sehingga melewati "garis merah".

Para peneliti dari Universitas Fudan di China menggunakan dua model bahasa besar yang populer, yang dikenal sebagai LLM, untuk melihat apakah AI dapat mereplikasi diri dan berkembang biak di luar kendali, lapor LiveScience .

Dan disarankan AI mungkin sudah dapat menjadi liar karena dalam 10 uji coba, kedua model AI menciptakan replika diri mereka yang terpisah dan berfungsi dalam 50 dan 90 persen kasus.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada database pracetakarXiv , para peneliti mengatakan: "Replikasi diri yang berhasil tanpa bantuan manusia merupakan langkah penting bagi AI untuk mengalahkan manusia dan merupakan sinyal awal bagi AI jahat,''

"Itulah sebabnya replikasi diri secara luas diakui sebagai salah satu dari sedikit risiko garis merah pada sistem AI tingkat lanjut,''

"Jika risiko terburuk seperti itu dibiarkan tidak diketahui oleh masyarakat manusia, pada akhirnya kita akan kehilangan kendali atas sistem AI terdepan: mereka akan mengendalikan lebih banyak perangkat komputasi, membentuk spesies AI, dan berkolusi satu sama lain untuk melawan manusia,''

"Temuan kami merupakan peringatan tepat waktu tentang risiko AI parah yang ada namun belum diketahui sebelumnya, yang menyerukan kolaborasi internasional untuk tata kelola yang efektif terhadap replikasi diri sistem AI yang tidak terkendali."

Laporan tersebut menambahkan bahwa model Open AI dan Google "melaporkan tingkat risiko replikasi diri terendah" dan LLM yang digunakan memiliki "parameter yang lebih sedikit dan kemampuan yang lebih lemah".

Studi ini belum ditinjau sejawat sehingga tidak jelas apakah hasil ini dapat direplikasi oleh peneliti lain.

Seorang pria secara terbuka mengaku mengandalkan AI sebagai uluran tangan, menggunakannya untuk mengirimkan 1.000 lamaran pekerjaan saat ia tidur dan bangun dengan hasil yang luar biasa . Sementara itu, sebuah penelitian telah mengungkap dampak mengejutkan dari seringnya penggunaan kecerdasan buatan terhadap otak kita , khususnya di kalangan Gen Z.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
China Siapkan Kerangka...
China Siapkan Kerangka Hukum untuk Mengatur Kecerdasan Buatan
AS dan China Berlomba...
AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa
Apa yang Dilakukan Elon...
Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Rekomendasi
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Berita Terkini
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved