Virus dan Bakteri Berbahaya Bermunculan, Antibiotik di Ujung Tanduk
Selasa, 07 Januari 2025 - 23:18 WIB
loading...
A
A
A
Resistansi antibiotik menyebabkan pengobatan infeksi serius di Indonesia, seperti sepsis, infeksi saluran kemih, dan pneumonia menjadi jauh lebih sulit. Selain itu, antibiotik yang umum digunakan–seperti sefalosporin generasi ketiga dan karbapenem–tidak lagi sanggup melawan infeksi bakteri E. coli dan Klebsiella pneumoniae.
Resistansi antibiotik sangat mengkhawatirkan karena terbukti meningkatkan angka kematian, memperpanjang masa perawatan di rumah sakit, meningkatkan biaya layanan kesehatan, serta mengurangi efektivitas perawatan medis, seperti operasi besar maupun kemoterapi–yang membutuhkan antibiotik dalam mencegah infeksi.
Peningkatan kasus resistansi, tidak lepas dari penggunaan antibiotik yang tidak sesuai, kurangnya regulasi dalam distribusi obat dan pemberian resep, serta keterbatasan infrastruktur pengawasan kesehatan.
Para ahli dan organisasi kesehatan internasional pun mendesak adanya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan AMR, termasuk memperkuat pencegahan infeksi, memperbaiki pengawasan penggunaan antibiotik, dan mendorong penelitian untuk mengembangkan antibiotik baru.
Resistansi antibiotik sangat mengkhawatirkan karena terbukti meningkatkan angka kematian, memperpanjang masa perawatan di rumah sakit, meningkatkan biaya layanan kesehatan, serta mengurangi efektivitas perawatan medis, seperti operasi besar maupun kemoterapi–yang membutuhkan antibiotik dalam mencegah infeksi.
Peningkatan kasus resistansi, tidak lepas dari penggunaan antibiotik yang tidak sesuai, kurangnya regulasi dalam distribusi obat dan pemberian resep, serta keterbatasan infrastruktur pengawasan kesehatan.
Para ahli dan organisasi kesehatan internasional pun mendesak adanya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan AMR, termasuk memperkuat pencegahan infeksi, memperbaiki pengawasan penggunaan antibiotik, dan mendorong penelitian untuk mengembangkan antibiotik baru.
(wbs)
Lihat Juga :