Ngevlog dengan Galaxy Note20 Ultra, S Pen Bisa Ngedit, Bisa Juga Jadi Remote
Selasa, 01 September 2020 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
MICROPHONE OMNI
![Ngevlog dengan Galaxy Note20 Ultra, S Pen Bisa Ngedit, Bisa Juga Jadi Remote]()
Fitur unik Galaxy Note20 Ultra adalah kemampuan mikroponnya. Saya bisa menggunakan Galaxy Buds Live untuk melakukan wawancara secara nirkabel. Sebab, TWS tersebut bisa berfungsi sebagai mikropon lewat koneksi Bluetooth. Fitur ini benar-benar “killer” dan tidak dimiliki kompetitornya. Tapi, jika pun tidak memiliki Galaxy Buds Live, saya bisa bereksperimen untuk merekam datangnya suara dari depan, belakang, atau keseluruhan.
BACA JUGA:Note-Sala-Bim, Mencoba Kemampuan Tongkat Sihir Galaxy Note20!
S NOTE JADI REMOTE
![Ngevlog dengan Galaxy Note20 Ultra, S Pen Bisa Ngedit, Bisa Juga Jadi Remote]()
Ternyata untuk urusan ngevlog pun S Pen masih punya peran. Ini karena sensor gerakan di S Pen memungkinkan saya mengontrol kamera Galaxy Note20 Ultra lewat gerakan sederhana. Misalnya untuk memulai merekam, atau untuk zoom in dan zoom out.
Menggunakan tripod, saya bisa mengatur kapan harus menekan tombol shutter untuk opening atau closing vlog saya. Sederhana, tapi sangat memudahkan.
WIDE, TELE, ZOOM
![Ngevlog dengan Galaxy Note20 Ultra, S Pen Bisa Ngedit, Bisa Juga Jadi Remote]()
Bereksperimen dengan sudut ultrawide, wide, dan tele menjadi cara efektif untuk menciptakan shoot yang variatif lewat kamera tiga kamera Galaxy Note20 Ultra. Secara personal, pilihan utama saya ada di kamera ultra wide 12 MP. Karena lebih dramatis, juga mampu merekam lebih banyak obyek.
Tapi, ada kalanya saya memakai kamera wide-angle 108 MP yang ketajamannya paling optimal. Atau telefoto 12 MP jika ingin menyorot subyek ataupun obyek lebih dekat. Peralihan ketiga kamera ini bisa sangat cepat, karena memang Galaxy Note20 Ultra sudah menunjang laser autofocus (AF).
4K 60 FPS
![Ngevlog dengan Galaxy Note20 Ultra, S Pen Bisa Ngedit, Bisa Juga Jadi Remote]()
Moda video mana yang harus dipilih ketika ingin ngevlog dengan Galaxy Note20 Ultra? Macam-macam, tergantung kebutuhan. Normalnya, 1080p di 30 fps sudah bagus. Ukuran file tidak terlalu besar, kualitasnya tetap maksimal. Tapi, jika ingin membuat file sinematik, 1080p di 60 fps paling ideal. Karena video bisa dilambatkan sehingga jadi dramatis.
Bolehkah syuting di file 8K (7,680 by 4,320 piksel) di 24 fps? Silahkan. Idealnya obyek yang di-syut harus istimewa. Juga menggunakan tripod atau perangkat seperti DJI OM 4 demi hasil maksimal. Karena mode ini sangat haus memori. 33 MB per frame-nya. Video 5 menit = 3 GB.

Fitur unik Galaxy Note20 Ultra adalah kemampuan mikroponnya. Saya bisa menggunakan Galaxy Buds Live untuk melakukan wawancara secara nirkabel. Sebab, TWS tersebut bisa berfungsi sebagai mikropon lewat koneksi Bluetooth. Fitur ini benar-benar “killer” dan tidak dimiliki kompetitornya. Tapi, jika pun tidak memiliki Galaxy Buds Live, saya bisa bereksperimen untuk merekam datangnya suara dari depan, belakang, atau keseluruhan.
BACA JUGA:Note-Sala-Bim, Mencoba Kemampuan Tongkat Sihir Galaxy Note20!
S NOTE JADI REMOTE

Ternyata untuk urusan ngevlog pun S Pen masih punya peran. Ini karena sensor gerakan di S Pen memungkinkan saya mengontrol kamera Galaxy Note20 Ultra lewat gerakan sederhana. Misalnya untuk memulai merekam, atau untuk zoom in dan zoom out.
Menggunakan tripod, saya bisa mengatur kapan harus menekan tombol shutter untuk opening atau closing vlog saya. Sederhana, tapi sangat memudahkan.
WIDE, TELE, ZOOM

Bereksperimen dengan sudut ultrawide, wide, dan tele menjadi cara efektif untuk menciptakan shoot yang variatif lewat kamera tiga kamera Galaxy Note20 Ultra. Secara personal, pilihan utama saya ada di kamera ultra wide 12 MP. Karena lebih dramatis, juga mampu merekam lebih banyak obyek.
Tapi, ada kalanya saya memakai kamera wide-angle 108 MP yang ketajamannya paling optimal. Atau telefoto 12 MP jika ingin menyorot subyek ataupun obyek lebih dekat. Peralihan ketiga kamera ini bisa sangat cepat, karena memang Galaxy Note20 Ultra sudah menunjang laser autofocus (AF).
4K 60 FPS

Moda video mana yang harus dipilih ketika ingin ngevlog dengan Galaxy Note20 Ultra? Macam-macam, tergantung kebutuhan. Normalnya, 1080p di 30 fps sudah bagus. Ukuran file tidak terlalu besar, kualitasnya tetap maksimal. Tapi, jika ingin membuat file sinematik, 1080p di 60 fps paling ideal. Karena video bisa dilambatkan sehingga jadi dramatis.
Bolehkah syuting di file 8K (7,680 by 4,320 piksel) di 24 fps? Silahkan. Idealnya obyek yang di-syut harus istimewa. Juga menggunakan tripod atau perangkat seperti DJI OM 4 demi hasil maksimal. Karena mode ini sangat haus memori. 33 MB per frame-nya. Video 5 menit = 3 GB.
Lihat Juga :