AS Siap Menggali Bulan, Mineral Tambang Ini Jadi Incarannya
Kamis, 02 Januari 2025 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
Sumber daya yang mereka targetkan, helium-3, dapat digunakan di Bumi untuk aplikasi seperti komputasi kuantum, pencitraan medis, dan mungkin di masa depan, sebagai bahan bakar untuk reaktor fusi.
Helium-3 dibawa ke bulan oleh angin matahari dan diperkirakan terperangkap di permukaan bulan dalam lapisan regolit (lapisan batuan dan debu). Sementara itu, helium-3 yang mencapai Bumi tertahan oleh magnetosfer.
Interlune bertujuan untuk menggali tanah bulan atau regolith dalam jumlah besar, memprosesnya, dan mengekstrak gas helium-3, yang kemudian akan dikirim kembali ke Bumi. Selain penambang bulan milik mereka, Interlune juga merencanakan misi pendarat robotik untuk menilai konsentrasi helium-3 di lokasi yang dipilih di permukaan bulan.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penggalian sumber daya alam dari Bulan secara teknologi dan ekonomi layak dilakukan," ujar Meyerson.
Tim pendiri Interlune termasuk Meyerson, terdiri dari mantan Kepala Arsitek Blue Origin Gary Lai, astronot Apollo 17 Harrison H. Schmitt, mantan eksekutif Rocket Lab Indra Hornsby, dan James Antifaev, yang pernah bekerja untuk proyek balon udara ketinggian tinggi Alphabet, Loon.
Helium-3 dibawa ke bulan oleh angin matahari dan diperkirakan terperangkap di permukaan bulan dalam lapisan regolit (lapisan batuan dan debu). Sementara itu, helium-3 yang mencapai Bumi tertahan oleh magnetosfer.
Interlune bertujuan untuk menggali tanah bulan atau regolith dalam jumlah besar, memprosesnya, dan mengekstrak gas helium-3, yang kemudian akan dikirim kembali ke Bumi. Selain penambang bulan milik mereka, Interlune juga merencanakan misi pendarat robotik untuk menilai konsentrasi helium-3 di lokasi yang dipilih di permukaan bulan.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penggalian sumber daya alam dari Bulan secara teknologi dan ekonomi layak dilakukan," ujar Meyerson.
Tim pendiri Interlune termasuk Meyerson, terdiri dari mantan Kepala Arsitek Blue Origin Gary Lai, astronot Apollo 17 Harrison H. Schmitt, mantan eksekutif Rocket Lab Indra Hornsby, dan James Antifaev, yang pernah bekerja untuk proyek balon udara ketinggian tinggi Alphabet, Loon.
(wbs)
Lihat Juga :