AS Siap Menggali Bulan, Mineral Tambang Ini Jadi Incarannya

Kamis, 02 Januari 2025 - 10:52 WIB
loading...
AS Siap Menggali Bulan,...
AS Siap Menggali Bulan. FOTO/ DAILY
A A A
NEW YORK - Usaha tambang biasanya dilakukan di dalam perut Bumi . Namun, sebuah tambang Helium-3 di bulan diprediksi menjadi investasi masa depan yang gemilang.

BACA JUGA - Ilmuwan Hungaria Ciptakan Alat Pelacak Keberadaan Air di Bulan

Perusahaan rintisan yang sedang berkembang bernama Interlune bercita-cita menjadi perusahaan swasta pertama yang menambang sumber daya alam bulan dan menjualnya kembali ke Bumi. Interlune berfokus pada stok helium-3 - isotop helium yang dihasilkan oleh matahari melalui proses fusi berlimpah di bulan.

Dalam wawancara dengan Ars Technica, Rob Meyerson, salah satu pendiri Interlune dan mantan presiden Blue Origin mengatakan, perusahaannya berharap dapat menerbangkan penambangnya bersama salah satu misi bulan komersial mendatang yang didukung oleh NASA. "Rencananya, pabrik percontohan didirikan di bulan pada 2028 dan mulai beroperasi pada 2030," kata Meyerson dilansir dari Engadget.

Interlune mengumumkan pekan ini bahwa telah terkumpul dana sebesar USD18 juta dari investor Seven Seven Six yang didirikan oleh salah satu pendiri Reddit, Alexis Ohanian.

Sumber daya yang mereka targetkan, helium-3, dapat digunakan di Bumi untuk aplikasi seperti komputasi kuantum, pencitraan medis, dan mungkin di masa depan, sebagai bahan bakar untuk reaktor fusi.

Helium-3 dibawa ke bulan oleh angin matahari dan diperkirakan terperangkap di permukaan bulan dalam lapisan regolit (lapisan batuan dan debu). Sementara itu, helium-3 yang mencapai Bumi tertahan oleh magnetosfer.

Interlune bertujuan untuk menggali tanah bulan atau regolith dalam jumlah besar, memprosesnya, dan mengekstrak gas helium-3, yang kemudian akan dikirim kembali ke Bumi. Selain penambang bulan milik mereka, Interlune juga merencanakan misi pendarat robotik untuk menilai konsentrasi helium-3 di lokasi yang dipilih di permukaan bulan.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penggalian sumber daya alam dari Bulan secara teknologi dan ekonomi layak dilakukan," ujar Meyerson.

Tim pendiri Interlune termasuk Meyerson, terdiri dari mantan Kepala Arsitek Blue Origin Gary Lai, astronot Apollo 17 Harrison H. Schmitt, mantan eksekutif Rocket Lab Indra Hornsby, dan James Antifaev, yang pernah bekerja untuk proyek balon udara ketinggian tinggi Alphabet, Loon.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Rekomendasi
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved