Ilmuwan Temukan Logat Bahasa di Antartika
Selasa, 24 Desember 2024 - 08:14 WIB
loading...
Logat bahasa di Antartika. FOTO/ DAILY
A
A
A
ALASKA - Antartika mungkin satu-satunya benua di Bumi yang tidak memiliki hunian alami manusia, namun ternyata "aksen (logat bahasa) Antartika" memang ada.
BACA JUGA - Lubang Lapisan Ozon di Antartika Menciut
Meskipun tidak memiliki penduduk setempat, ribuan ilmuwan telah membentuk populasi yang terus berubah di stasiun penelitian selama bertahun-tahun.
Benua ini sangat terisolasi dan tingkat interaksi antara peneliti sangat intens, sehingga aksen umum mulai muncul di sana meskipun orang-orang datang dari berbagai belahan dunia.
Pada musim panas, Antartika menjadi rumah bagi sekitar 5.000 orang. Hanya sekitar 1.000 orang yang tinggal di sana selama bulan-bulan musim dingin.
Gagasan tentang perubahan aksen akibat interaksi manusia di Antartika tidak berbeda dengan fenomena yang terlihat sepanjang sejarah dengan kecepatan yang sangat lambat. Namun, mengingat ukuran sampel yang sangat spesifik, ini merupakan peluang bagi para ilmuwan untuk mempelajarinya dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dan dalam skala yang jauh lebih kecil.
Para ahli di Universitas Ludwig Maximilian Munich menerbitkan sebuah penelitian pada tahun 2019 yang berfokus pada perubahan aksen yang diamati pada 11 orang yang mengambil bagian dalam Survei Antartika Inggris.
BACA JUGA - Lubang Lapisan Ozon di Antartika Menciut
Meskipun tidak memiliki penduduk setempat, ribuan ilmuwan telah membentuk populasi yang terus berubah di stasiun penelitian selama bertahun-tahun.
Benua ini sangat terisolasi dan tingkat interaksi antara peneliti sangat intens, sehingga aksen umum mulai muncul di sana meskipun orang-orang datang dari berbagai belahan dunia.
Pada musim panas, Antartika menjadi rumah bagi sekitar 5.000 orang. Hanya sekitar 1.000 orang yang tinggal di sana selama bulan-bulan musim dingin.
Gagasan tentang perubahan aksen akibat interaksi manusia di Antartika tidak berbeda dengan fenomena yang terlihat sepanjang sejarah dengan kecepatan yang sangat lambat. Namun, mengingat ukuran sampel yang sangat spesifik, ini merupakan peluang bagi para ilmuwan untuk mempelajarinya dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dan dalam skala yang jauh lebih kecil.
Para ahli di Universitas Ludwig Maximilian Munich menerbitkan sebuah penelitian pada tahun 2019 yang berfokus pada perubahan aksen yang diamati pada 11 orang yang mengambil bagian dalam Survei Antartika Inggris.
Lihat Juga :