Rahasia Dibalik Kemegahan Tembok Besar China, Teknik Konstruksi Kuno Tanpa Semen
Sabtu, 21 Desember 2024 - 14:59 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mengangkut material tersebut, para pembangun menggunakan berbagai cara:
- Tenaga manusia: Metode paling primitif dengan menggunakan tenaga manusia untuk membawa material ke kaki gunung dan meneruskannya secara estafet ke atas.
- Mesin sederhana: Penggunaan alat seperti gerobak, balok kayu yang digulingkan, dan linggis untuk mengangkut batu besar, serta kerekan untuk mengangkat batu ke atas punggung bukit.
- Keranjang terbang: Sejenis kereta gantung primitif yang digunakan untuk mengangkut batu bata dan kapur melintasi parit dan lembah sempit.
- Hewan pengangkut: Kambing dan keledai digunakan untuk membawa kapur dan batu bata di dalam keranjang saat membangun Tembok Besar di Pegunungan Badaling.
Pada abad ke-6 M, ditemukan sejenis material konstruksi yang terbuat dari campuran air tajin dan mortar kapur.
- Tenaga manusia: Metode paling primitif dengan menggunakan tenaga manusia untuk membawa material ke kaki gunung dan meneruskannya secara estafet ke atas.
- Mesin sederhana: Penggunaan alat seperti gerobak, balok kayu yang digulingkan, dan linggis untuk mengangkut batu besar, serta kerekan untuk mengangkat batu ke atas punggung bukit.
- Keranjang terbang: Sejenis kereta gantung primitif yang digunakan untuk mengangkut batu bata dan kapur melintasi parit dan lembah sempit.
- Hewan pengangkut: Kambing dan keledai digunakan untuk membawa kapur dan batu bata di dalam keranjang saat membangun Tembok Besar di Pegunungan Badaling.
Rahasia Kekuatan Tembok Besar: Mortar Beras Ketan
Sebelum semen ditemukan, orang China kuno menggunakan material ajaib untuk merekatkan batu bata, yaitu mortar beras ketan.Pada abad ke-6 M, ditemukan sejenis material konstruksi yang terbuat dari campuran air tajin dan mortar kapur.
Lihat Juga :