Fenomena Suku Bajau: Manusia Ikan yang Bermutasi, Mampu Menyelam hingga 70 Meter Tanpa Alat Bantu
Rabu, 11 Desember 2024 - 08:02 WIB
loading...
A
A
A
Melissa Ilardo, seorang peneliti di Universitas Cambridge, menjelaskan bahwa Suku Bajau menyelam hingga delapan jam sehari, sering kali menyelesaikan penyelaman yang berlangsung beberapa menit di kedalaman ekstrem.
Kemampuan ini bukan hanya hasil dari pelatihan — sebagian besar karena mutasi genetik yang mengubah produksi hormon tiroid tertentu, yang bertanggung jawab atas pembesaran limpa mereka.
- Durasi Menyelam: Hingga 13 menit di bawah air tanpa oksigen buatan.
- Waktu Harian yang Dihabiskan di Bawah Air: Hingga delapan jam sehari.
Telah terbukti bahwa anjing laut juga memiliki limpa yang membesar, yang memungkinkan mereka menyimpan oksigen untuk penyelaman mereka. Hubungan antara Suku Bajau dan anjing laut terletak pada kadar hormon tiroid mereka, yang merangsang pertumbuhan limpa dan meningkatkan kemampuan menyelam mereka.
Ilardo dan tim penelitiannya telah menemukan bahwa Suku Bajau memiliki kadar hormon tiroid yang lebih tinggi dari rata-rata, yang akan menjelaskan pembesaran limpa mereka, organ penting untuk kinerja apnea mereka. Penemuan ini menyoroti adaptasi unik yang hanya ditemukan pada penyelam ekstrem ini.
Suku Bajo tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, seperti:
Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah
Desa Bajau Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara
Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
Kalimantan Timur (Berau, Bontang)
Kalimantan Selatan (Kota Baru)
Sulawesi Selatan (Selayar)
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Nusa Tenggara Timur (Pulau Boleng, Seraya, Longos, Komodo)
Selain itu, kurangnya kewarganegaraan dan kesulitan menetap di negara-negara tetangga semakin memperumit situasi mereka.
- Kurangnya Kewarganegaraan: Kesulitan mengakses layanan dasar seperti perawatan kesehatan dan pendidikan.
- Erosi Budaya: Risiko kehilangan pengetahuan leluhur mereka.
Kemampuan ini bukan hanya hasil dari pelatihan — sebagian besar karena mutasi genetik yang mengubah produksi hormon tiroid tertentu, yang bertanggung jawab atas pembesaran limpa mereka.
Karakteristik Utama Penyelaman Bajau:
- Kedalaman Maksimum: Hingga 70 meter tanpa peralatan canggih.- Durasi Menyelam: Hingga 13 menit di bawah air tanpa oksigen buatan.
- Waktu Harian yang Dihabiskan di Bawah Air: Hingga delapan jam sehari.
Mekanisme Biologis Mirip dengan Anjing Laut
Adaptasi genetik Suku Bajau mirip dengan yang diamati pada hewan laut seperti anjing laut Weddell, yang mampu bertahan di bawah air selama berjam-jam berkat organ besar yang membantu penyimpanan oksigen.Telah terbukti bahwa anjing laut juga memiliki limpa yang membesar, yang memungkinkan mereka menyimpan oksigen untuk penyelaman mereka. Hubungan antara Suku Bajau dan anjing laut terletak pada kadar hormon tiroid mereka, yang merangsang pertumbuhan limpa dan meningkatkan kemampuan menyelam mereka.
Ilardo dan tim penelitiannya telah menemukan bahwa Suku Bajau memiliki kadar hormon tiroid yang lebih tinggi dari rata-rata, yang akan menjelaskan pembesaran limpa mereka, organ penting untuk kinerja apnea mereka. Penemuan ini menyoroti adaptasi unik yang hanya ditemukan pada penyelam ekstrem ini.
Suku Bajo tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, seperti:
![Fenomena Suku Bajau: Manusia Ikan yang Bermutasi, Mampu Menyelam hingga 70 Meter Tanpa Alat Bantu]()
Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara 
Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah
Desa Bajau Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara
Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
Kalimantan Timur (Berau, Bontang)
Kalimantan Selatan (Kota Baru)
Sulawesi Selatan (Selayar)
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Nusa Tenggara Timur (Pulau Boleng, Seraya, Longos, Komodo)
Mengapa Cara Hidup Mereka Terancam?
Cara hidup Suku Bajau sekarang berisiko. Gaya hidup nomaden mereka dan ketergantungan pada penangkapan ikan tradisional bertentangan dengan tekanan penangkapan ikan komersial dan tantangan ekonomi yang ditimbulkan oleh masyarakat modern.Selain itu, kurangnya kewarganegaraan dan kesulitan menetap di negara-negara tetangga semakin memperumit situasi mereka.
Beberapa tantangan yang dihadapi Suku Bajau meliputi:
- Penangkapan Ikan Komersial: Penipisan sumber daya laut lokal.- Kurangnya Kewarganegaraan: Kesulitan mengakses layanan dasar seperti perawatan kesehatan dan pendidikan.
- Erosi Budaya: Risiko kehilangan pengetahuan leluhur mereka.
Lihat Juga :