Menewaskan 57 Orang dalam 2 Minggu, Penyakit X di Kongo Belum Teridentifikasi

Selasa, 10 Desember 2024 - 13:45 WIB
loading...
A A A
Jika bukan salah satu tersangka yang biasa, deteksi patogen yang lebih langka sering kali memerlukan pengiriman sampel ke laboratorium yang lebih spesialis yang dapat melakukan pengujian khusus, seperti pengurutan gen.

Ini bisa berarti bahwa sampel perlu dikirim ke laboratorium di luar negeri. Namun, pembagian sampel biologis tersebut secara internasional sangat kontroversial karena kekhawatiran bahwa manfaatnya sering kali tidak dibagi secara adil antarnegara.

Prioritas lain bagi pejabat kesehatan setempat adalah memahami seberapa luas dan parahnya wabah tersebut. Angka kematian yang tinggi dan jumlah kasus orang yang terjangkit sangat mengkhawatirkan. Namun, tidak mudah untuk mengetahui seberapa luas wabah tersebut, karena tidak semua pasien yang terinfeksi akan terdeteksi.

Tidak semua orang yang terinfeksi mencari perawatan. Klinik mungkin sedikit jumlahnya dan jarang, terutama di daerah terpencil, dan sering kali kekurangan staf. Bahkan, Republik Demokratik Kongo memiliki kurang dari dua dokter per 10.000 penduduk (sebagai perbandingan, Inggris memiliki lebih dari 31 dokter per 10.000 penduduk).

Bahkan jika pasien datang ke rumah sakit atau klinik, tidak semua infeksi akan terdiagnosis. Tidak semua pasien akan diuji untuk mengetahui adanya infeksi, dan tidak semua infeksi yang terdeteksi dilaporkan ke otoritas kesehatan.

Kurangnya informasi tentang penyebab, tingkat, dan jumlah orang yang terinfeksi membuat sulit untuk menilai secara akurat ancaman yang ditimbulkannya. Namun, ini bukan risiko yang terisolasi. Wabah penyakit menular baru telah terjadi secara teratur selama bertahun-tahun .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Cegah Penularan Virus...
Cegah Penularan Virus Hanta, WHO Sarankan Isolasi selama 6 Minggu
Vaksin Hantavirus Ternyata...
Vaksin Hantavirus Ternyata Dibuat Moderna Sejak Tahun 2023
Hubungan Virus Hanta...
Hubungan Virus Hanta dan Warisan Ilmuwan Korsel Terungkap
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Cacing Sepanjang 8Cm...
Cacing Sepanjang 8Cm Berenang di Otak Wanita
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Rekomendasi
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved