Anjing Chernobyl: Evolusi di Tengah Bencana Nuklir

Senin, 09 Desember 2024 - 12:05 WIB
loading...
A A A
Namun, seiring waktu, tidak adanya manusia di Zona Eksklusi Chernobyl memungkinkan alam untuk pulih dengan cara yang mengejutkan.

Tanpa manusia, banyak spesies, termasuk serigala, beruang, hewan langka seperti kuda Przewalski, dan anjing Chernobyl menjadikan daerah tersebut sebagai rumah.

Meskipun titik-titik radiasi tetap ada, satwa liar berkembang pesat tanpa adanya perburuan, pertanian, dan pembangunan perkotaan, mengubah Chernobyl menjadi tempat perlindungan yang tidak disengaja bagi alam.

Anjing Chernobyl

Anjing Chernobyl adalah bagian yang memilukan dari warisan bencana. Setelah ledakan nuklir tahun 1986, banyak penduduk dievakuasi dan terpaksa meninggalkan hewan peliharaan mereka.

Di antara mereka adalah anjing yang tak terhitung jumlahnya, sekarang keturunan dari mereka yang tertinggal, berkeliaran di Zona Eksklusi Chernobyl.

Anjing-anjing ini beradaptasi dengan kehidupan di lingkungan radioaktif yang keras, bertahan hidup di musim dingin yang ekstrem, makanan terbatas, dan radiasi yang tersisa.

Mereka tinggal di sekitar desa-desa yang ditinggalkan dan di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, sering kali mengandalkan sisa makanan dari pekerja dan pengunjung.

Banyak dari mereka membentuk kawanan untuk perlindungan dan persahabatan, sementara beberapa secara mengejutkan terikat dengan manusia, terutama para pekerja dan ilmuwan yang masih beroperasi di zona tersebut.

Upaya untuk membantu anjing-anjing ini telah meningkat selama bertahun-tahun, dengan organisasi turun tangan untuk memberikan vaksinasi, perawatan medis, dan bahkan program adopsi untuk memberi beberapa dari mereka kesempatan hidup baru di luar zona tersebut.

Petunjuk Genetik di Lanskap Beracun

Studi ini menandai pertama kalinya para ilmuwan mempelajari susunan genetik anjing liar yang hidup di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl.

"Selain mengklasifikasikan dinamika populasi di dalam anjing-anjing ini di kedua lokasi, kami mengambil langkah pertama untuk memahami bagaimana paparan kronis terhadap berbagai bahaya lingkungan mungkin berdampak pada populasi ini," jelas Dr. Kleiman.

Menurut Dr. Matthew Breen dari NC State, menganalisis DNA anjing, tim mengidentifikasi 391 wilayah outlier dalam genom mereka yang berbeda antara kedua kelompok.

"Anggap wilayah ini sebagai penanda, atau rambu-rambu, di jalan raya. Mereka mengidentifikasi area dalam genom tempat kita harus melihat lebih dekat gen di dekatnya," jelas Dr. Breen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Gunakan Satelit, IAEA...
Gunakan Satelit, IAEA Identifikasi Lokasi Iran Menyimpan Uranium
Energi Nuklir Bakal...
Energi Nuklir Bakal Jadi Pilihan di Masa Depan
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Jonatan Christie Tersingkir...
Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final China Open 2026
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
Berita Terkini
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved