Teliti Badai Tornado, Google Earth Ungkap Kekuatan Dahsyat di Balik Bencana

Selasa, 26 November 2024 - 14:15 WIB
loading...
Teliti Badai Tornado,...
Badai Tornado. FOTO/ IFL SCIENCE
A A A
SIDNEY - Seorang penjelajah gua sedang menelusuri gambar Google Earth di pedalaman Australia dan terkejut saat menemukan bekas luka misterius yang terukir di daratan.

BACA JUGA - Hadis Arbain: Jagalah Allah Niscaya Allah Menjagamu

Setelah melakukan penyelidikan, para ilmuwan menemukan bahwa bekas luka yang terlihat di Dataran Nullarbor di Australia Selatan disebabkan oleh tornado yang kuat.

Sekarang, kita semua mendengar tentang tornado yang menyebabkan kerusakan di wilayah Great Plains di AS - rata-rata sebanyak 1.200 tornado terjadi setiap tahun di negara tersebut tetapi tornado juga terjadi di Australia.

Namun kembali ke bekas luka, yang terukur sepanjang 11 kilometer dan lebarnya mencapai 250 meter, diperkirakan sebuah tornado dahsyat dalam kategori F2 atau F3 terjadi di sana dengan kecepatan angin di atas 200 km/jam.

Matej Lipar, Peneliti Tambahan di Sekolah Ilmu Bumi dan Planet di Universitas Curtin dan rekan-rekannya tertarik dengan bekas luka misterius itu dan setelah menganalisis lebih lanjut, mereka dapat menghitung durasi tornado dan arah pergerakannya.

"Tornado itu mungkin berlangsung antara tujuh dan 13 menit. Ciri-ciri bekas luka itu menunjukkan angin yang berputar di dalam tornado itu bergerak searah jarum jam," katanya kepada MailOnline.

"Kami juga menduga tornado tersebut bergerak dari barat ke timur – yang sesuai dengan arah pergerakan front dingin yang kuat di wilayah tersebut pada saat itu."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Gara-gara AI Semakin...
Gara-gara AI Semakin Pintar, Matt Lowrie Tinggalkan Google
Google Luncurkan Fitbit...
Google Luncurkan Fitbit Air, Gelang Pintar Rp1,7 Juta yang Tidak Memiliki Layar
Buku Saku Digital Well-being...
Buku Saku Digital Well-being Jadi Panduan Orang Tua Awasi Aktivitas Digital Anak
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Tangki Bahan Kimia Bocor...
Tangki Bahan Kimia Bocor di California, 40.000 Warga Terpaksa Mengungsi
Rekomendasi
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Berita Terkini
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved