Perang Melawan Judi Online, Komdigi Tutup Akun Telegram
Sabtu, 16 November 2024 - 10:46 WIB
loading...
Komdigi menutup akun-akun di Telegram yang mempromosikan judi online. Foto: Reuters
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mengincar promosi dan penyebaran judi online di berbagai platform. Terbaru, mereka mengklaim telah menutup satu saluran di aplikasi Telegram yang terafiliasi dengan judi online dengan ribuan pengikut. Tepatnya, sebanyak 6.644 pelanggan.
Akun itu bernama @SP777 live slot gacor dan kini layanannya dipastikan tidak akan bisa diakses lagi oleh masyarakat. Selain itu ada juga satu akun Instagram yang ditutup aksesnya @1nsert_kiss dengan 160 ribu pengikut karena terbukti mempromosikan konten judi online.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menkomdigi Meutya Hafid, kami akan terus berkomitmen memperkuat upaya pemberantasan perjudian online ini tanpa pandang bulu dengan berbagai pihak," ujar Direktur Pengelolaan Media Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemkomdigi Nursodik Gunarjo di Jakarta, Jumat.
Bersamaan dengan pemberantasan judi online dengan memutus akses ke konten-konten terkait, Nursodik mengingatkan kepada pemilik sistem keamanan di ruang digital untuk terus memperbarui dan menjaga keandalannya.
Hal itu karena modus pelaku judi online untuk mempromosikan kegiatan terlarang kini semakin beragam. Salah satunya memanfaatkan situs dengan sistem keamanan yang buruk sehingga mudah disusupi.
Akun itu bernama @SP777 live slot gacor dan kini layanannya dipastikan tidak akan bisa diakses lagi oleh masyarakat. Selain itu ada juga satu akun Instagram yang ditutup aksesnya @1nsert_kiss dengan 160 ribu pengikut karena terbukti mempromosikan konten judi online.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menkomdigi Meutya Hafid, kami akan terus berkomitmen memperkuat upaya pemberantasan perjudian online ini tanpa pandang bulu dengan berbagai pihak," ujar Direktur Pengelolaan Media Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemkomdigi Nursodik Gunarjo di Jakarta, Jumat.
Bersamaan dengan pemberantasan judi online dengan memutus akses ke konten-konten terkait, Nursodik mengingatkan kepada pemilik sistem keamanan di ruang digital untuk terus memperbarui dan menjaga keandalannya.
Hal itu karena modus pelaku judi online untuk mempromosikan kegiatan terlarang kini semakin beragam. Salah satunya memanfaatkan situs dengan sistem keamanan yang buruk sehingga mudah disusupi.
Lihat Juga :