4 Senjata Pemusnah Massal yang Mengerikan, Nomor 1 Paling Umum
Jum'at, 18 Oktober 2024 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Melihat ke belakang, hulu ledak nuklir pernah digunakan sekali oleh Amerika Serikat pada 1945 di Hiroshima dan Nagasaki. Meski senjata ini terbukti sangat merusak, beberapa negara tetap melakukan uji coba nuklir secara berkala.
Singkatnya, senjata biologis bisa menyebarkan organisme penyebab penyakit atau racun yang mampu membahayakan atau membunuh manusia, hewan, serta tumbuhan. Penyakit yang disebabkan senjata ini tidak akan cukup pada batas negara dan dapat menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.
Selain membuat hilangnya nyawa secara tragis, serangan senjata biologis dapat menyebabkan dampak buruk lain. Di antaranya kekurangan pangan, bencana lingkungan, kerugian ekonomi hingga meluasnya penyakit.
Waktu itu, para pihak yang bertikai menggunakan gas beracun untuk menimbulkan penderitaan yang menyakitkan kepada musuh-musuhnya. Senjata-senjata ini umumnya terdiri dari bahan kimia komersial yang dimasukkan ke dalam amunisi standar seperti granat dan peluru artileri.
Beberapa contohnya adalah klorin, fosgen (zat yang dapat menyebabkan sesak napas) dan gas mustard (menyebabkan luka bakar yang menyakitkan pada kulit). Sejak Perang Dunia I, senjata kimia telah menyebabkan lebih dari satu juta korban di seluruh dunia.
2. Senjata biologis
Berikutnya ada senjata biologis. Jenisnya masuk senjata pemusnah massal karena mempertimbangkan daya rusaknya yang sangat besar dan mengerikan.Singkatnya, senjata biologis bisa menyebarkan organisme penyebab penyakit atau racun yang mampu membahayakan atau membunuh manusia, hewan, serta tumbuhan. Penyakit yang disebabkan senjata ini tidak akan cukup pada batas negara dan dapat menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.
Selain membuat hilangnya nyawa secara tragis, serangan senjata biologis dapat menyebabkan dampak buruk lain. Di antaranya kekurangan pangan, bencana lingkungan, kerugian ekonomi hingga meluasnya penyakit.
3. Senjata kimia
Senjata kimia juga termasuk kategori pemusnah massal. Penggunaannya sendiri bisa ditelusuri dalam Perang Dunia I.Waktu itu, para pihak yang bertikai menggunakan gas beracun untuk menimbulkan penderitaan yang menyakitkan kepada musuh-musuhnya. Senjata-senjata ini umumnya terdiri dari bahan kimia komersial yang dimasukkan ke dalam amunisi standar seperti granat dan peluru artileri.
Beberapa contohnya adalah klorin, fosgen (zat yang dapat menyebabkan sesak napas) dan gas mustard (menyebabkan luka bakar yang menyakitkan pada kulit). Sejak Perang Dunia I, senjata kimia telah menyebabkan lebih dari satu juta korban di seluruh dunia.
Lihat Juga :