Cocok untuk Paspampres, Alat Ini Mampu Deteksi Sniper dan Bom dari Jarak Jauh

Rabu, 02 Oktober 2024 - 18:32 WIB
loading...
Cocok untuk Paspampres,...
Perangkat baru yang dikembangkan Base Molecular Resonance Technologies (BMRT) mampu mendeteksi sniper di balik gedung. Foto/Interesting Engineering
A A A
JAKARTA - Upaya perlindungan kepala negara atau VVIP akan semakin mudah dengan bantuan perangkat khusus pendeteksi penembak jitu dan bom dari jarak jauh. Alhasil kerja-kerja pasukan pengamanan seperti secret service dan Paspamres akan semakin sempurna.

Perangkat yang dikembangkan oleh Base Molecular Resonance Technologies (BMRT) ini juga sangat mobile dan mampu bekerja menembus gedung serta tempat persembunyian sniper atau bom yang ditanam. Cara kerja alat ini dengan mendeteksi unsur-unsur eksplosif dan senjata api, seperti senapan AR-15, dari jarak ratusan meter jauhnya.

Dilansir dari Interesting Engineering, Rabu (1/10/2024) BMRT mengklaim teknologi baru ini akan memberikan tingkat perlindungan luar biasa terhadap upaya pembunuhan, serangan penembak jitu, ancaman bom, dan risiko potensial lainnya terhadap keselamatan tokoh publik di berbagai lingkungan.

"Ini bukan hanya alat, ini adalah kebutuhan untuk menjaga masa depan negara kita," kata Ken Valentine, anggota dewan BMRT dan mantan agen khusus yang bertanggung jawab atas Divisi Perlindungan Petinggi di Kantor Operasi Perlindungan.

Baca Juga: Dibikin Antipeluru, Mobil Pikap Listrik Ini Dijual Rp3,4 Miliar

Valentine menambahkan, penilaian terhadap efektivitas alat ini berdasarkan pengalaman pribadinya memberikan perlindungan kepada tiga Presiden AS serta melihat teknologi ini dalam aksi.

"Saya dapat mengatakan bahwa ini adalah game changer. Kemampuan mendeteksi dan menetralkan ancaman potensial - bahkan sebelum penyerang bisa mendekat - memiliki kekuatan untuk menghilangkan skenario yang dapat menciptakan kekacauan nasional dan membahayakan keselamatan kepemimpinan," katanya.

Teknologi baru yang diciptakan BMRT juga diklaim tidak mengganggu sistem perlindungan yang sudah ada. Alat ini dapat dengan mudah diintegrasikan ke unit mobile dan sistem pemantauan perimeter.

Baca Juga: Di Depan Vladimir Putin, PM India Pamer Mobil Antipeluru Termahal di Dunia

"Teknologi terobosan kami dapat mendeteksi tanda molekul unik dari bubuk mesiu melalui penghalang seperti bangunan dan kendaraan bergerak, baik di dekat atau ratusan kaki jauhnya," kata Lee Duke, co-founder dan presiden BMRT.

Duke menyatakan, dalam studi pihak ketiga independen baru-baru ini, sistem perusahaan berhasil mengidentifikasi senapan AR-15 siap tembak dari jarak 580 kaki, melalui dua bangunan, dalam 10 dari 10 tes.

"Teknologi ini menawarkan deteksi berkelanjutan dan instan, memberdayakan tim keamanan untuk secara prediktif menetralkan ancaman. Ini adalah pengubah permainan dalam pencegahan ancaman," katanya.

Duke menambahkan, teknologi baru ini akan memberikan lapisan pertahanan yang kokoh serta detail perlindungan untuk menjaga tokoh-tokoh publik di area berbeda, di mana langkah-langkah keamanan tradisional seringkali gagal.

"Sistem ini memberikan tingkat perlindungan untuk pertemuan politik, gedung pemerintahan, dan ruang rentan lainnya," katanya.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Bali, Elon...
Kunjungi Bali, Elon Musk Dijaga Ketat Bodyguard dan Paspampres
10 Pemimpin Negara dengan...
10 Pemimpin Negara dengan Followers Instagram Terbanyak
Hacker Peretas Akun...
Hacker Peretas Akun Twitter Presiden Amerika dan Pesohor Dipenjara 5 Tahun
Hacker Inggris Mengaku...
Hacker Inggris Mengaku Membajak Akun Twitter Presiden AS
Pemerintah: Presiden.go.id...
Pemerintah: Presiden.go.id Bukan Situs Resmi Presiden
Teknologi Kacamata Super...
Teknologi Kacamata Super Canggih yang Dipakai Pengawal Presiden di KTT G20
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Presiden Ini Rela Potong...
Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat
Rekomendasi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Kekuatan dan Ancaman...
Kekuatan dan Ancaman Rudal Jarak Jauh GLSDB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved