Headset Baru Meta, Pertanda Apple Kehilangan Arah dengan Vision Pro?
Rabu, 02 Oktober 2024 - 10:22 WIB
loading...
Apple seolah kehilangan arah dengan dirilisnya headset terbaru Meta. Foto: ist
A
A
A
AMERIKA - Akankah kacamata AR terbaru dan headset mixed reality milik Meta yang lebih murah memberi tekanan pada Apple untuk memperbaiki strategi Vision Pro?
Baik iPhone maupun Apple Watch memerlukan beberapa penyempurnaan sebelum menjadi produk sukses seperti yang kita kenal sekarang. Tapi, kedua produk tersebut tidak perlu dirombak total sebelum sukses di pasar. Bahkan hingga saat ini, iPhone dan Apple Watch masih cukup mirip dengan visi aslinya.
Nah, Apple menghadapi tantangan yang sangat berbeda dengan headset Vision Pro. Mereka ingin membuat headset premium yang belum ada di pasar, tapi tidak memiliki fondasi kokoh. Vision Pro adalah ajang pamer teknologi yang luar biasa. Mulai dari perangkat kerasnya, desain aluminium dan kaca yang ramping, kamera kelas atas, chip canggih, dan layar yang memukau.
Tapi, Mark Gurman dari Bloomberg menyebut bahwa headset tersebut tak lebih dari showcase teknologi. Bukan produk yang bener-benar fungsional untuk konsumen. Mengapa? Karena kekurangannya terlalu besar untuk diabaikan.
Headset tersebut tidak dapat dipakai untuk waktu lama; hanya ada sedikit perangkat lunak atau konten video pihak ketiga; dan perangkat ini tidak memiliki fitur lain yang menarik.
Baik iPhone maupun Apple Watch memerlukan beberapa penyempurnaan sebelum menjadi produk sukses seperti yang kita kenal sekarang. Tapi, kedua produk tersebut tidak perlu dirombak total sebelum sukses di pasar. Bahkan hingga saat ini, iPhone dan Apple Watch masih cukup mirip dengan visi aslinya.
Nah, Apple menghadapi tantangan yang sangat berbeda dengan headset Vision Pro. Mereka ingin membuat headset premium yang belum ada di pasar, tapi tidak memiliki fondasi kokoh. Vision Pro adalah ajang pamer teknologi yang luar biasa. Mulai dari perangkat kerasnya, desain aluminium dan kaca yang ramping, kamera kelas atas, chip canggih, dan layar yang memukau.
Tapi, Mark Gurman dari Bloomberg menyebut bahwa headset tersebut tak lebih dari showcase teknologi. Bukan produk yang bener-benar fungsional untuk konsumen. Mengapa? Karena kekurangannya terlalu besar untuk diabaikan.
Headset tersebut tidak dapat dipakai untuk waktu lama; hanya ada sedikit perangkat lunak atau konten video pihak ketiga; dan perangkat ini tidak memiliki fitur lain yang menarik.
Lihat Juga :