Perjalanan Batu Altar Stonehenge: Dari Wales ke Skotlandia, Misteri Belum Terpecahkan

Sabtu, 14 September 2024 - 07:16 WIB
loading...
Perjalanan Batu Altar...
Batu altar Stonehenge saat ini masih menyimpan misteri. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Dalam upaya memecahkan misteri monolit ikonik Stonehenge, para ahli geologi mengalihkan pencarian asal muasal Batu Altar pusat Stonehenge ke Skotlandia setelah penelitian terbaru mengarahkan pencarian dari Wales.

Bukan dari Orkney

Analisis baru para ilmuwan menunjukkan bahwa batu Stonehenge tidak berasal dari Orkney, kepulauan di lepas pantai timur laut Skotlandia yang merupakan rumah bagi situs-situs Neolitikum berusia 5.000 tahun.

Temuan ini, yang diterbitkan pada 5 September di Journal of Archaeological Science: Reports, muncul setelah sebuah penelitian yang dirilis pada Agustus 2024 menunjukkan Skotlandia timur laut sebagai kemungkinan asal Batu Altar.

Penelitian tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Nature, membalikkan gagasan berusia seabad bahwa batu tersebut berasal dari Wales saat ini.

Batu Altar dan Stonehenge
Perjalanan Batu Altar Stonehenge: Dari Wales ke Skotlandia, Misteri Belum Terpecahkan

Batu Altar, yang terbesar dari batu biru yang digunakan untuk membangun Stonehenge, terletak di jantung monumen kuno di Inggris selatan. Balok seberat 13.227 pon (6 metrik ton) ini kemungkinan diangkut lebih dari 700 kilometer dari timur laut Skotlandia hampir 5.000 tahun yang lalu, mungkin melalui laut. Namun tujuan dari batu tersebut tetap menjadi misteri.

Sebuah tim geologi, termasuk banyak penulis yang sama dari studi Nature, memeriksa batu-batu Zaman Neolitikum di dua landmark bersejarah terkenal di Mainland, pulau terbesar di Orkney, yang memiliki ukuran dan jenis batuan yang mirip dengan Batu Altar. Namun analisis tersebut tidak menemukan adanya hubungan.

"Misteri dari mana batu itu berasal menjadi semakin jelas saat kita mulai mengesampingkan daerah-daerah tertentu di timur laut Skotlandia," kata penulis utama studi Richard Bevins, profesor kehormatan di departemen geografi dan ilmu bumi di Universitas Aberystwyth Inggris, dalam sebuah pernyataan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perjalanan Batu Altar...
Perjalanan Batu Altar Stonehenge: Dari Wales ke Skotlandia, Misteri Belum Terpecahkan
Rekomendasi
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Berita Terkini
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Konsumen Kini Utamakan...
Konsumen Kini Utamakan Garansi Bukan Cuma Spesifikasi saat Beli Ponsel
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved