Puncak Gunung Runtuh ke Gletser Es, Picu Bumi Bergetar Selama 9 Hari
Jum'at, 13 September 2024 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
Studi ini mengungkap bahwa peristiwa awal yang tidak terlihat oleh manusia terjadi ketika puncak gunung setinggi 1,2 kilometer runtuh ke dalam Dickson Fjord yang terpencil di Greenland. Fenomena ini menyebabkan percikan air besar, menyembur hingga 200 meter ke udara, dengan gelombang mencapai hingga 110 meter. Gelombang membentang sepanjang 10 kilometer fyord, lalu cepat menyusut menjadi tujuh meter dalam hitungan menit dan menjadi beberapa sentimeter dalam beberapa hari berikutnya.
Tim kemudian menyimulasikan sudut longsoran dan bentuk khas fyord yang sempit dan berliku. Model mereka menunjukkan bagaimana air terus bergetar selama sembilan hari, dengan sedikit energi yang bisa keluar. Gerakan bolak-balik air setiap 90 detik sejalan dengan rekaman seismik global dari getaran yang melewati kerak Bumi.
Para peneliti mencatat longsoran disebabkan oleh penipisan gletser di dasar gunung, yang tidak lagi mampu menopang batu di atasnya—akibat perubahan iklim. Peristiwa ini menandai longsoran dan tsunami pertama yang tercatat di Greenland timur.
Baca Juga: Dampak Tsunami Tonga, AS Ikut Keluarkan Peringatan Tsunami
Sinyal seismik yang tidak biasa serta getaran yang melewati kerak Bumi terdeteksi oleh seismometer di seluruh dunia, dari Arktik hingga Antartika. Berbeda dengan guncangan dari gempa bumi, sinyal ini hanya menampilkan frekuensi getaran tunggal, mirip dengan hum rendah yang terus-menerus. Penulis studi awalnya mengklasifikasikannya sebagai USO atau objek seismik tak dikenal.
Tim kemudian menyimulasikan sudut longsoran dan bentuk khas fyord yang sempit dan berliku. Model mereka menunjukkan bagaimana air terus bergetar selama sembilan hari, dengan sedikit energi yang bisa keluar. Gerakan bolak-balik air setiap 90 detik sejalan dengan rekaman seismik global dari getaran yang melewati kerak Bumi.
Para peneliti mencatat longsoran disebabkan oleh penipisan gletser di dasar gunung, yang tidak lagi mampu menopang batu di atasnya—akibat perubahan iklim. Peristiwa ini menandai longsoran dan tsunami pertama yang tercatat di Greenland timur.
Baca Juga: Dampak Tsunami Tonga, AS Ikut Keluarkan Peringatan Tsunami
Sinyal seismik yang tidak biasa serta getaran yang melewati kerak Bumi terdeteksi oleh seismometer di seluruh dunia, dari Arktik hingga Antartika. Berbeda dengan guncangan dari gempa bumi, sinyal ini hanya menampilkan frekuensi getaran tunggal, mirip dengan hum rendah yang terus-menerus. Penulis studi awalnya mengklasifikasikannya sebagai USO atau objek seismik tak dikenal.
Lihat Juga :