Jepang Merevisi Probabilitas Gempa Besar di Palung Nankai

Minggu, 28 September 2025 - 08:21 WIB
loading...
Jepang Merevisi Probabilitas...
BGempa Besar di Palung Nankai. FOTO/ IFL SCIENCE
A A A
TOKYO - Sebuah panel pemerintah Jepang telah merevisi estimasi probabilitas gempa besar di Palung Nankai, di lepas pantai Pasifik negara itu, dalam 30 tahun ke depan dari 80 persen menjadi kisaran sekitar 60 hingga 90 persen, atau lebih tinggi.


Seperti dilansir dari Xinhua, tevisi terbaru ini didasarkan pada metode perhitungan baru yang memperhitungkan kesalahan data dan ketidakpastian dalam prediksi, ungkap panel investigasi gempa Jepang pada hari Jumat, menekankan bahwa hal ini tidak berarti risiko gempa bumi telah meningkat.

Panel tersebut sebelumnya memperkirakan probabilitas gempa besar sekitar 80 persen pada bulan Januari tahun ini.

"Situasinya tetap bahwa gempa bumi dapat terjadi kapan saja. Kami mendesak agar kesiapsiagaan bencana terus berlanjut," kata ketua panel, Naoshi Hirata, Profesor Emeritus di Universitas Tokyo.

Palung Nankai adalah palung bawah laut yang terletak di sepanjang pantai Pasifik Jepang. Gempa bumi besar di sepanjang retakan ini diperkirakan terjadi setiap 100 hingga 150 tahun.

Gempa bumi Nankai tahun 1946, dengan perkiraan magnitudo 8,0, merupakan gempa bumi terakhir yang terkonfirmasi terjadi di wilayah tersebut.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Rekomendasi
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Pelacak Bluetooth Android...
Pelacak Bluetooth Android dan iPhone Dijual Murah, Ini Harga dan Fitur Lengkapnya!
Berita Terkini
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved