Dinosaurus dengan Sayap Selebar 5 Meter Ditemukan, Ini Wujudnya
Minggu, 08 September 2024 - 15:01 WIB
loading...
Dinosaurus dengan Sayap Selebar 5 Meter . FOTO/ DAILY
A
A
A
WAHYU BUDI SANTOSO - Penemuan fosil pterosaurus yang terawetkan dengan sangat baik di Afro-Arabia ini adalah temuan yang sangat signifikan dalam dunia paleontologi. Fosil ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana pterosaurus, reptil terbang prasejarah, bergerak dan beradaptasi dengan lingkungannya.
BACA JUGA - Mobil Listrik Baru Lebih Bermasalah Dibanding Mobil Listrik Lama
Seperti dilansir dari Science Alert, Inabtanin alarabia, memiliki lebar sayap sekitar 5 meter (16 kaki). Fosil ini sangat berharga karena terawetkan dalam bentuk tiga dimensi, memungkinkan peneliti untuk mempelajari struktur internal tulangnya.
Sementara jika Arambourgiania philadelphiae. memiliki lebar sayap yang lebih besar, sekitar 10 meter (33 kaki). Fosilnya juga sangat baik terawetkan dan memberikan informasi penting tentang pterosaurus raksasa ini.
Penemuan ini istimewa karena fosil pterosaurus sering kali ditemukan dalam bentuk pipih akibat proses pembentukan fosil yang mengompresi tulang yang berongga dan rapuh. Namun, pengawetan dalam bentuk tiga dimensi memungkinkan peneliti untuk melakukan pemindaian CT dan mempelajari struktur tulang secara mendalam.
BACA JUGA - Mobil Listrik Baru Lebih Bermasalah Dibanding Mobil Listrik Lama
Seperti dilansir dari Science Alert, Inabtanin alarabia, memiliki lebar sayap sekitar 5 meter (16 kaki). Fosil ini sangat berharga karena terawetkan dalam bentuk tiga dimensi, memungkinkan peneliti untuk mempelajari struktur internal tulangnya.
Sementara jika Arambourgiania philadelphiae. memiliki lebar sayap yang lebih besar, sekitar 10 meter (33 kaki). Fosilnya juga sangat baik terawetkan dan memberikan informasi penting tentang pterosaurus raksasa ini.
Penemuan ini istimewa karena fosil pterosaurus sering kali ditemukan dalam bentuk pipih akibat proses pembentukan fosil yang mengompresi tulang yang berongga dan rapuh. Namun, pengawetan dalam bentuk tiga dimensi memungkinkan peneliti untuk melakukan pemindaian CT dan mempelajari struktur tulang secara mendalam.
Lihat Juga :