Kilas Balik S Pen, Menyibak Sejarah Pena Ajaib di Galaxy Note
Rabu, 26 Agustus 2020 - 00:39 WIB
loading...
Tidak hanya S Pen yang setiap tahun terus disempurnakan, Samsung juga membenahi kualitas aplikasi S Notes, sehingga antara hardware dan software saling melengkapi.
A
A
A
JAKARTA - S Pen dan S Notes pada Galaxy Note20 bisa dibilang menjadi “dynamic duo”. Keduanya saling melengkapi dan tidak terpisahkan. Sehingga penggunanya mampu melakukan lebih banyak hal-hal produktif di ponsel mereka. Tapi, sebelum sempurna seperti sekarang, baik S Pen dan S Notes punya sejarah panjang. BACA JUGA: S Pen Note20 Bikin Dian Sastro Lebih Produktif.
Galaxy Note mulanya dikenal dengan dua hal. Pertama, ponsel berlayar besar (mulanya disebut phablet atau phone tablet). Kedua, sangat fokus untuk mengutilisasi stylus yang disebut S Pen. Selanjutnya, S Pen menjadi bagian tidak terpisahkan dari Galaxy Note.
Mulanya, banyak yang mencibir, menyangsikan produk seperti ini tidak akan sukses. Banyak juga yang mencoba mengikuti. Hanya saja, yang mencibir terbukti salah. Karena Galaxy Note terbukti menjadi salah satu lini ponsel premium tersukses di dunia.
Yang mencoba mengikuti pun terbukti gagal. Sebab, hanya Galaxy Note yang tetap konsisten dengan S Pennya selama 9 tahun. Yang bahkan saat ini menjadi kategori smartphone tanpa pesaing, melahirkan karakter konsumen yang kebutuhan dan cara menggunakan ponselnya sangat berbeda.
PERJALANAN 9 TAHUN
![Kilas Balik S Pen, Menyibak Sejarah Pena Ajaib di Galaxy Note]()
Galaxy Note dirilis pertama pada Oktober 2011 dengan pesimisme dari sebagian pengamat teknologi. Mereka sangsi bahwa konsumen pada saat itu butuh ponsel dengan layar lebih besar dari 5.3 inci.
Faktanya, dua bulan kemudian Samsung menjual 1 juta unit Galaxy Note. Yang kemudian melahirkan istilah “phablet” karena ukuran layar yang terbilang sangat besar pada masanya. Juga, melahirkan kategori baru ponsel pintar dengan stylus.
BACA JUGA:Begini Cara Sutradara Yandy Laurens Bikin Film Pendek dengan Galaxy Note 20
Menekan dua kali tombol di S Pen, misalnya, otomatis akan membuka aplikasi S Memo. Sehingga pengguna bisa dengan mudah menulis, mencatat, menggambar, atau menandai dokumen di ponsel mereka. Evolusi Samsung lewat Galaxy Note sudah terjadi sejak 9 tahun silam.
Galaxy Note mulanya dikenal dengan dua hal. Pertama, ponsel berlayar besar (mulanya disebut phablet atau phone tablet). Kedua, sangat fokus untuk mengutilisasi stylus yang disebut S Pen. Selanjutnya, S Pen menjadi bagian tidak terpisahkan dari Galaxy Note.
Mulanya, banyak yang mencibir, menyangsikan produk seperti ini tidak akan sukses. Banyak juga yang mencoba mengikuti. Hanya saja, yang mencibir terbukti salah. Karena Galaxy Note terbukti menjadi salah satu lini ponsel premium tersukses di dunia.
Yang mencoba mengikuti pun terbukti gagal. Sebab, hanya Galaxy Note yang tetap konsisten dengan S Pennya selama 9 tahun. Yang bahkan saat ini menjadi kategori smartphone tanpa pesaing, melahirkan karakter konsumen yang kebutuhan dan cara menggunakan ponselnya sangat berbeda.
PERJALANAN 9 TAHUN

Galaxy Note dirilis pertama pada Oktober 2011 dengan pesimisme dari sebagian pengamat teknologi. Mereka sangsi bahwa konsumen pada saat itu butuh ponsel dengan layar lebih besar dari 5.3 inci.
Faktanya, dua bulan kemudian Samsung menjual 1 juta unit Galaxy Note. Yang kemudian melahirkan istilah “phablet” karena ukuran layar yang terbilang sangat besar pada masanya. Juga, melahirkan kategori baru ponsel pintar dengan stylus.
BACA JUGA:Begini Cara Sutradara Yandy Laurens Bikin Film Pendek dengan Galaxy Note 20
Menekan dua kali tombol di S Pen, misalnya, otomatis akan membuka aplikasi S Memo. Sehingga pengguna bisa dengan mudah menulis, mencatat, menggambar, atau menandai dokumen di ponsel mereka. Evolusi Samsung lewat Galaxy Note sudah terjadi sejak 9 tahun silam.
Lihat Juga :