Mengenal Cangkok Tulang, Motif di Balik Hilangnya Ribuan Mayat di China
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kasus seperti itu, tulang yang diperlukan diambil dari pasien melalui izin khusus. Izin ini juga berlaku bagi pasien yang menjalani operasi seperti penggantian pinggul, atau dari mayat yang juga memerlukan persetujuan donor.
Baca Juga: Kerusuhan Anti-China di Kepulauan Solomon, 3 Mayat Ditemukan Terbakar di Toko
Dokumen yang dibagikan oleh Yi menunjukkan bahwa jaringan kriminal diduga melibatkan perusahaan terafiliasi dengan beberapa negara. Perusahaan ini beroperasi selama lebih dari satu dekade dan menghasilkan pendapatan sekitar 53 juta dollar AS dari skema ini. Dalam dokumen tersebut, polisi China telah menyita lebih dari 18 metrik ton tulang dan lebih dari 34.000 produk setengah jadi atau produk jadi.
Dari 75 tersangka yang ditahan dalam kasus ini, salah satu tersangka dengan nama belakang Su menjadi manajer umum di Shanxi Aorui Biomaterials, telah mengakui mencuri lebih dari 4.000 mayat dari krematorium di provinsi Yunnan, Changqing, Guizhou, dan Sichuan.
Juru bicara kantor kejaksaan Taiyuan mengonfirmasi kepada South China Morning Post sedang menyelidiki sebuah jaringan kriminal pencurian dan penjualan mayat untuk keuntungan. Namun, dia tidak merinci lebih lanjut tentang kasus ini, dengan alasan bahwa penyelidikan ini "cukup rumit" dan masih membutuhkan lebih banyak waktu.
Baca Juga: Kerusuhan Anti-China di Kepulauan Solomon, 3 Mayat Ditemukan Terbakar di Toko
Dokumen yang dibagikan oleh Yi menunjukkan bahwa jaringan kriminal diduga melibatkan perusahaan terafiliasi dengan beberapa negara. Perusahaan ini beroperasi selama lebih dari satu dekade dan menghasilkan pendapatan sekitar 53 juta dollar AS dari skema ini. Dalam dokumen tersebut, polisi China telah menyita lebih dari 18 metrik ton tulang dan lebih dari 34.000 produk setengah jadi atau produk jadi.
Dari 75 tersangka yang ditahan dalam kasus ini, salah satu tersangka dengan nama belakang Su menjadi manajer umum di Shanxi Aorui Biomaterials, telah mengakui mencuri lebih dari 4.000 mayat dari krematorium di provinsi Yunnan, Changqing, Guizhou, dan Sichuan.
Juru bicara kantor kejaksaan Taiyuan mengonfirmasi kepada South China Morning Post sedang menyelidiki sebuah jaringan kriminal pencurian dan penjualan mayat untuk keuntungan. Namun, dia tidak merinci lebih lanjut tentang kasus ini, dengan alasan bahwa penyelidikan ini "cukup rumit" dan masih membutuhkan lebih banyak waktu.
(msf)
Lihat Juga :