Hacker Korea Utara Membabi Buta Serang Pusat Data Militer AS dan Inggris
Sabtu, 27 Juli 2024 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
Seiring berjalannya waktu, Andariel memperluas aktivitas ilegalnya ke sektor lain dengan menyasar informasi mengenai senjata nuklir terutama di masa pandemi Covid-19.
Kelompok peretas menyerang organisasi di sektor biologi dan farmasi, menurut penelitian yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber Secureworks.
Secureworks, yang mempelajari kelompok tersebut, yakin bahwa peretas yang terlibat adalah personel Korea Utara yang bekerja untuk badan intelijen negara tersebut.
Andariel terlibat dalam serangan ransomware di mana peretas menyerang sistem komputer atau mencuri informasi sebelum meminta uang tebusan jika pemiliknya menginginkan datanya kembali, Sky News melaporkan.
Kampanye peretasan internasional dimulai pada Mei 2021, ketika kelompok peretas yang terkait dengan badan intelijen militer Korea Utara, Biro Umum Pengintaian (RGB), melancarkan serangan ransomware terhadap sebuah rumah sakit di negara bagian Kansas.
Perangkat lunak ini mengunci pengguna dari sistem x-ray dan pencitraan diagnostik serta server manajemen dokumen elektronik, kata jaksa.
Para peretas juga menargetkan rumah sakit, klinik dan fasilitas medis di Arkansas, Connecticut, Florida dan Colorado serta sebuah perusahaan manufaktur di Korea Selatan.
Kelompok peretas menyerang organisasi di sektor biologi dan farmasi, menurut penelitian yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber Secureworks.
Secureworks, yang mempelajari kelompok tersebut, yakin bahwa peretas yang terlibat adalah personel Korea Utara yang bekerja untuk badan intelijen negara tersebut.
Andariel terlibat dalam serangan ransomware di mana peretas menyerang sistem komputer atau mencuri informasi sebelum meminta uang tebusan jika pemiliknya menginginkan datanya kembali, Sky News melaporkan.
Kampanye peretasan internasional dimulai pada Mei 2021, ketika kelompok peretas yang terkait dengan badan intelijen militer Korea Utara, Biro Umum Pengintaian (RGB), melancarkan serangan ransomware terhadap sebuah rumah sakit di negara bagian Kansas.
Perangkat lunak ini mengunci pengguna dari sistem x-ray dan pencitraan diagnostik serta server manajemen dokumen elektronik, kata jaksa.
Para peretas juga menargetkan rumah sakit, klinik dan fasilitas medis di Arkansas, Connecticut, Florida dan Colorado serta sebuah perusahaan manufaktur di Korea Selatan.
(wbs)
Lihat Juga :