Ukir Sejarah, Drone China Terbang ke Puncak Everest

Sabtu, 08 Juni 2024 - 13:10 WIB
loading...
Ukir Sejarah, Drone...
Drone FlyCart 30 mengukir sejarah dengan terbang ke puncak Everest. (Foto: Xinhua)
A A A
JAKARTA - Drone FlyCart 30 milik perusahaan China, DJI, mengukir sejarah dengan terbang ke puncak gunung tertinggi di dunia. Drone ini lepas landas dari base camp ke puncak gunung Everest membawa kargo untuk membantu operasi kebersihan pada ketinggian di atas 6.000 meter.

Drone tersebut membawa 15 Kg tabung oksigen dan perlengkapan lain ke Camp 1, yang terletak 1.700 meter di atas base camp. Saat penerbangan kembali, drone membawa sampah dengan berat yang sama. DJI mengatakan drone tersebut masih memiliki sisa daya baterai 43 persen setelah melakukan perjalanan penuh dan berhasil melewati suhu di bawah nol dan angin kencang selama uji terbang.

"Kemampuan untuk mengangkut peralatan, perlengkapan, dan sampah secara aman menggunakan drone berpotensi merevolusi logistik pendakian Everest, memfasilitasi upaya pembersihan sampah, dan meningkatkan keselamatan untuk semua yang terlibat," ujar Christina Zhang, direktur senior strategi perusahaan DJI, dilansir dari Wionews, Sabtu (8/6/2024).

Menerbangkan drone, atau pesawat apa pun, bukan perkara mudah di ketinggian yang lebih tinggi karena udara yang lebih tipis dan tekanan udara yang lebih rendah. Kondisi ini juga sangat membatasi jumlah muatan yang dapat dibawa drone.

Baca Juga: Ini Jawaban Kenapa Gunung Everest Sangat Mematikan

Setelah uji coba drone China yang sukses, pemerintah Nepal telah meluncurkan proyek pengiriman drone untuk membersihkan jalur pendakian puncak tertinggi di dunia.

Gunung Everest dikunjungi oleh ribuan pendaki setiap tahun. Tahun lalu, total 6.600 pendaki mencapai puncak dan masing-masing diperkirakan meninggalkan 8 Kg sampah saat mereka naik dan turun. Hal ini telah mengubah Everest menjadi tempat pembuangan sampah tertinggi di dunia.

Baca Juga: Wajah Muram Gunung Everest, Dijuluki Kuburan Massal Tertinggi di Dunia

Diperkirakan 140 ton sampah telah menumpuk di gunung Everest selama tujuh dekade terakhir. Sampah ini termasuk tabung oksigen kosong, tenda yang ditinggalkan, dan kemasan makanan.

Alasan mengapa drone dibutuhkan dalam operasi kebersihan adalah karena para pemandu lokal harus menyeberangi Khumbu Icefall, sungai es yang tidak stabil yang merupakan salah satu bagian tersulit dari gunung, untuk membawa sampah dari Camp 1 ke base camp. Beberapa pemandu lokal bahkan kehilangan nyawa mereka di sini.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Intelijen AS Sebut Iran...
Intelijen AS Sebut Iran Siapkan Drone yang Lebih Canggih dari yang Ada Sekarang
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Rekomendasi
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Ukir Sejarah, Timnas...
Ukir Sejarah, Timnas Indonesia Melaju di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved