Ilmuwan Temukan Gerbang Neraka, Terlihat dari Luar Angkasa

Sabtu, 08 Juni 2024 - 06:35 WIB
loading...
Ilmuwan Temukan Gerbang...
Gerbang Neraka terletak di dataran tinggi Yana, Siberia, dengan lebar 200 hektare dan kedalaman hampir 91 meter. (Foto: Daily Mail)
A A A
JAKARTA - Para ilmuwan menemukan Gerbang Neraka di dataran tinggi Yana, Siberia, dengan lebar 200 hektare dan kedalaman hampir 91 meter. Ukuran lubang yang juga dikenal dengan Kawah Batagaika itu meluas lebih cepat dari perkiraan akibat perubahan iklim.

Lantaran ukurannya yang besar, Gerbang Neraka ini terlihat dari luar angkasa. Dilansir dari Daily Mail, Sabtu (8/6/2024) Kawah Batagaika terbentuk ketika tanah permafrost yang mencair di tundra Siberia mulai melepaskan berton-ton metana yang sebelumnya membeku, gas rumah kaca yang kuat, ke atmosfer Bumi.

Hasil penelitian terbaru menemukan laju metana dan gas karbon lainnya yang dilepaskan saat kawah semakin dalam telah mencapai antara 4.000 hingga 5.000 ton per tahun. Temuan tersebut menunjukkan betapa cepat degradasi permafrost terjadi. Glaciologist Alexander Kizyakov, penulis utama studi tersebut, memperingatkan kawah Batagaika kemungkinan akan segera mengeluarkan semua gas rumah kaca yang tersisa.

Kizyakov dan rekan-rekannya menemukan bahwa kawah tersebut hampir mencapai batuan dasar, yang berarti permafrost yang mencair yang tersisa hampir mencair semua dan dengan demikian menghasilkan runtuhan lebih lanjut.

Baca Juga: Perbedaan Mulut Neraka dan Gerbang Neraka yang Sama Menakutkannya

Namun Kizyakov, yang mengajar di Universitas Negeri Lomonosov Moskow di Rusia , mencatat masih ada peluang pencairan untuk terus meluas ke samping. "Ekspansi di sepanjang margin dan ke atas lereng diperkirakan akan terjadi," kata Kizyakov kepada Atlas Obscura.

Ekspansi lateral ini juga dibatasi oleh kedekatan batuan dasar, yang puncaknya tampaknya naik ke pelana antara gunung terdekat sekitar 550 meter ke atas bukit.

Tim tersebut mampu mengembangkan model 3D tentang bagaimana permafrost yang membeku telah runtuh selama beberapa dekade menggunakan data luas dari berbagai sumber independen.

Baca Juga: Asal-usul Gerbang Neraka di Turkmenistan yang Misterius

Pengindraan jarak jauh resolusi tinggi yang dikumpulkan baik dari data satelit maupun melalui penerbangan drone di atas Batagaika digabungkan dengan sampel permafrost dan sampel tanah lainnya pada ekspedisi lapangan pada tahun 2019 dan 2023. Semua data itu dimasukkan ke dalam model komputer.

Model ini membantu memetakan dan memprediksi pencairan struktur geologis permafrost di bawahnya untuk mengetahui berapa banyak dan bahan apa yang mencair di dalamnya dan kemudian apa yang dilepaskan, apakah ke permukaan air tanah atau atmosfer. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan, seperti yang dikatakan Kizyakov, betapa dinamisnya bentang alam di daerah permafrost berubah.

Nikita Tananaev, seorang peneliti di Institut Permafrost Melnikov di Yakutsk, mencatat bahwa kebocoran dari kawah ini saja mengubah ekosistem di sekitarnya secara permanen. "Ini akan menyebabkan perubahan signifikan pada habitat sungai, dan efek sedimen yang keluar dari amblesan Kawah Batagaika bahkan terlihat di Sungai Yana, sungai utama di sekitarnya," kata Tananaev.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
15.800 Ton Sampah Luar...
15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Tangkis Invasi Darat...
Tangkis Invasi Darat AS, Iran Kerahkan 1 Juta Pejuang, Siapkan Neraka Historis Pasukan Penjajah
Kisah Hikmah : Saking...
Kisah Hikmah : Saking Ngerinya Melihat Neraka, Nabi Idris Jatuh Pingsan
Neraka : Apinya Dinyalakan...
Neraka : Apinya Dinyalakan Setiap 1000 Tahun hingga Hitam dan Gelap
Rekomendasi
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved