10 Rute Penerbangan dengan Turbulensi Terparah di Dunia

Rabu, 29 Mei 2024 - 22:44 WIB
loading...
10 Rute Penerbangan...
Turbulensi atau goncangan hebat terjadi akibat perubahan mendadak ketinggian pesawat selama penerbangan. (Foto: Pixabay)
A A A
JAKARTA - Bagi sebagian besar penumpang, turbulensi menjadi sebuah pengalaman terburuk dari penerbangan. Ternyata terdapat 10 rute penerbangan yang dipastikan mempunyai intensitas turbulensi terparah di dunia.

Turbulensi atau goncangan hebat terjadi akibat perubahan mendadak ketinggian pesawat selama penerbangan. Umumnya, muncul dari gesekan antara arus udara dengan kecepatan berbeda hasil dari perubahan tekanan atmosfer, pergeseran front cuaca, angin tak terduga di daerah pegunungan, dan badai.

Pilot dan maskapai penerbangan berusaha menghindari turbulensi. Dalam kebanyakan kasus, pilot dapat mengantisipasi risiko dan memperingatkan penumpang dengan menyalakan tanda kencangkan sabuk pengaman.

Menurut data, jumlah penerbangan yang terkena turbulensi parah, yaitu satu dari 50.000. Kondisi yang disebabkan oleh pemanasan global berarti diperkirakan juga menimbulkan turbulensi lebih banyak. Menurut data yang dikumpulkan selama 16 tahun terakhir oleh Federal Aviation Administration, rata-rata cedera terkait turbulensi parah di Amerika Serikat mencapai 33 kasus per tahun.

Data dari situs web Turbli memprediksi turbulensi terjadi di sekitar 150.000 rute dan terdapat rute paling berbahaya pada 2023.

Baca Juga: Apa yang Sebenarnya Terjadi saat Turbulensi Pesawat?

Perjalanan sejauh 2.575 kilometer antara Santiago dan Bandara Internasional Viru Viru di Bolivia termasuk paling banyak terimbas turbulensi. Rute kedua dengan turbulensi tertinggi terjadi antara Almaty di Kazakhstan dan Bishkek, ibu kota Kirgistan.

Enam dari perjalanan berbahaya akibat turbulensi melibatkan rute domestik di Jepang dan China (empat rute melibatkan lepas landas dan pendaratan di Lanzhou, Chengdu, atau Xianyang) dan dua rute Eropa. Rute Milan - Jenewa menjadi paling terimbas turbulensi terparah di Eropa, sementara Milan - Zurich menduduki peringkat ke-10.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelenturan Sayap Pesawat...
Kelenturan Sayap Pesawat Kunci Utama Hadapi Turbulensi
Teknologi Anti Turbulensi...
Teknologi Anti Turbulensi Pesawat Ternyata Sudah Ada, Tapi ....
Lima Jenis Turbulensi...
Lima Jenis Turbulensi Pesawat, Mana yang Paling Bahaya?
Insiden Turbulensi Pesawat...
Insiden Turbulensi Pesawat Rutin Terjadi, Ternyata Ini Penyebabnya
Turbulensi Pesawat:...
Turbulensi Pesawat: Mengapa Ancaman Langit Ini Semakin Sering Terjadi?
Apa yang Sebenarnya...
Apa yang Sebenarnya Terjadi saat Turbulensi Pesawat?
Viral Awak Kabin Patah...
Viral Awak Kabin Patah Tulang Gegara Turbulensi Hebat, Bos Garuda Buka Suara
Erick Thohir Pastikan...
Erick Thohir Pastikan Harga Tiket Pesawat Turun 10% saat Nataru
Garuda Indonesia Travel...
Garuda Indonesia Travel Festival 2024 Hadirkan Ragam Pilihan Tiket Penerbangan Terjangkau
Rekomendasi
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved