Spesifikasi Drone Bayraktar Akinci Turki yang Bantu Temukan Helikopter Presiden Iran

Selasa, 28 Mei 2024 - 19:06 WIB
loading...
Spesifikasi Drone Bayraktar...
Spesifikasi dan kecaggihan drone Bayraktar Akinci milik Turki menarik untuk dipahami. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Spesifikasi drone Bayraktar Akinci Turki menarik diketahui. Baru-baru ini, kendaraan udara tak berawak tersebut membantu menemukan lokasi jatuhnya helikopter yang ditumpangi Presiden Iran Ebrahim Raisi.

Setelah muncul kabar jatuhnya helikopter yang ditumpangi Presiden Iran, Turki turut terpanggil untuk membantu proses pencarian dan evakuasi. Salah satu yang mereka terjunkan adalah drone Akinci.

Menurut sejumlah sumber, awalnya pihak berwenang Iran meminta Turki untuk mengirimkan drone canggih karena kemampuannya untuk beroperasi dalam cuaca buruk. Tak butuh waktu lama, drone Akinci mampu mendeteksi sumber panas yang diduga sebagai lokasi jatuhnya helikopter.

Koordinat lokasi segera dikomunikasikan kepada pejabat Iran. Lalu, mereka pun akhirnya menemukan puing-puing tersebut meski tidak ditemukan lagi tanda-tanda kehidupan di sekitarnya.

Lantas, seperti apa sebenarnya spesifikasi dari drone Akinci milik Turki? Simak informasinya berikut ini untuk mengenalnya lebih jauh.

Spesifikasi Drone Bayraktar Akinci Turki
Spesifikasi Drone Bayraktar Akinci Turki yang Bantu Temukan Helikopter Presiden Iran

Bayraktar Akinci merupakan sebuah kendaraan udara tempur tak berawak berkemampuan tinggi dengan daya tahan lama. Pengembangnya adalah perusahaan pertahanan Turki, Baykar.

Mengutip laman Airforce Technology, Rabu (22/5/2024), Akinci dirancang untuk beroperasi dengan konfigurasi amunisi yang berbeda. Pengembang menjadikannya sebagai penerus UAV Taktis Bayraktar TB2 dan menjadi varian terdepan di kelasnya.

Drone buatan Baykar ini pertama muncul di TechnoFest Istanbul Aviation, Space and Technology Festival pada September 2019. Penerbangan perdananya dilakukan pada Desember 2019.

Pada bentuknya, Akinci memiliki panjang 12,2 meter, lebar 4,1 meter, dan tinggi 20 meter. Kapasitas kargo maksimumnya adalah 1.350 kilogram, sementara berat lepas landasnya mencapai 5.500 kilogram.

Berdasarkan jenisnya, Akinci termasuk drone berteknologi tinggi. Keberadaannya telah dirancang untuk mampu melakukan berbagai operasi yang mendukung jet tempur.

Demi mendukung kemampuannya, Akinci dilengkapi berbagai teknologi canggih. Misalnya, seperti sistem komunikasi satelit ganda, radar udara-ke-udara, sistem pendukung elektronik, radar penghindar tabrakan hingga radar aperture sintetis.

Lebih jauh, Akinci dapat menyerang sasaran di darat dan udara. Drone ini juga mampu melakukan manuver yang mirip dengan jet tempur dan membawa berbagai muatan.

Beralih ke senjata, Akinci dibekali muatan senjata yang berbeda seperti amunisi pintar berpemandu laser, rudal, serta senjata jarak jauh. Di antaranya seperti mini smart munition Bozok, MAM-L (termobarik), MAM–C (high-explosive), rudal anti-tank jarak jauh (L-UMTAS), bom berpemandu MK-81, MK-82, MK-83 (JDAM), dan lainnya.

Baca Juga: Kehebatan Rudal Saqr-358 Iran, Tembak Jatuh 6 Drone Canggih AS

Sementara di bagian dapur pacu, Akinci ditenagai dua mesin turboprop yang masing-masing menyemburkan tenaga sebesar 450hp. Bekal tersebut membuatnya mampu mencapai kecepatan jelajah 150kt dan kecepatan maksimum 250kt.

Kemudian, drone ini juga dapat menjangkau area operasional 5.000 km dan daya tahan hingga 20 jam. Sedangkan untuk ketinggian operasional dan ketinggian maksimum masing-masing adalah 30,000 kaki dan 40,000 kaki.

Kemampuan canggih dari Akinci menjadikannya pilihan menarik bagi pembeli yang mencari UAV tempur. Presiden Turki sebelumnya juga menyebut permintaan ekspor untuk drone ini sedang meningkat.

Demikian ulasan mengenai spesifikasi drone Akinci Turki yang ikut bantu menemukan lokasi jatuhnya helikopter yang ditumpangi Presiden Iran.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Intelijen AS Sebut Iran...
Intelijen AS Sebut Iran Siapkan Drone yang Lebih Canggih dari yang Ada Sekarang
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Gara-gara Senjata Murahan...
Gara-gara Senjata Murahan Iran, Negara Teluk Siap Borong Drone Paket Hemat
Latihan Rahasia Korea...
Latihan Rahasia Korea Selatan Disusupi Drone Jelang Hadapi Meksiko
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Rekomendasi
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Kekayaan Laut Indonesia...
Kekayaan Laut Indonesia Diminta Dikelola dengan Inovasi Sains
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved