Modus Penipuan Live Streaming TikTok Terbaru, Gunakan Ribuan Smartphone

Jum'at, 10 Mei 2024 - 17:55 WIB
loading...
Modus Penipuan Live...
Seorang pria menggunakan ribuan smartphone untuk memperbanyak jumlah penonton live streaming. (Foto: Interesting Engineering)
A A A
JAKARTA - Seorang pria menggunakan ribuan smartphone untuk memperbanyak jumlah penonton live streaming. Modus ini untuk menghasilkan 3 juta Yuan atau setara dengan Rp6,5 miliar dalam waktu kurang dari empat bulan.Namun, aksi pria asal China ini akhirnya berujung di penjara lantaran tindakan yang dilakukan melanggar hukum.

Sang pria beroperasi di Provinsi Zhejiang yang dikenal sebagai pusat industri live streaming di China. Interesting Engineering melansir, Jumat (10/5/2024), pria bermarga Wang itu biasa memberikan layanan kepada live-streamer yang mendekatinya untuk meningkatkan penonton mereka.

Pihak berwenang di Provinsi Zhejiang kini telah memenjarakannya. Ia didenda sebesar 50.000 Yuan atau sebesar Rp112 juta dan mendapat hukuman 15 bulan penjara atas kejahatan operasi bisnis ilegal.

Bagaimana mekanisme penipuannya?


Wang mulai menggunakan taktik ini pada akhir 2022 setelah dia mengetahui tentang praktik yang dikenal dengan istilah Brushing. Istilah ini mengacu pada praktik penipuan yang digunakan di ruang online untuk memalsukan aktivitas real-time seperti jumlah penonton, komentar, dan pembagian dalam live streaming untuk menarik interaksi penonton asli dan menyesatkan konsumen.

Baca Juga: Momen Haru Seorang Ibu Mendapatkan Satu Pembeli setelah Sebulan Live Streaming TikTok Shop

Penipuan ini umumnya digunakan dalam penipuan e-commerce. Untuk meningkatkan peringkat dan visibilitas produk di platform e-commerce, penjual membuat pesanan palsu di ruang online. Kegiatan ini mempunyai konsekuensi bagi konsumen yang tidak menaruh curiga.

Untuk melakukan penipuan, Wang pertama-tama membeli 4.600 smartphone yang dapat dikontrol oleh perangkat lunak cloud khusus.

Wang kemudian membeli layanan VPN dan peralatan jaringan, seperti router dan switch, dari perusahaan teknologi yang berbasis di Changsha di Provinsi Hunan, China tengah. Hanya dengan beberapa klik di komputernya, Wang dapat mengoperasikan semua ponsel secara bersamaan untuk meningkatkan jumlah penonton dari live streaming.

Baca Juga: 5 HP Murah Cocok untuk Live Streaming di TikTok

Pihak berwenang di China mengakui bahwa ada beberapa celah dalam pengelolaan akun platform live streaming. Wang juga mengungkapkan biaya penggunaan salah satu ponsel adalah 6,65 Yuan per hari atau setara Rp15 ribu.

Dia membeli akun palsu, yang terkadang disensor karena gagal mengautentikasi nama asli. Namun dia selalu memulihkan akun karena proses pendaftaran ulangnya sederhana. Platform berbagi video populer TikTok menjadi salah satu sumber klien utamanya.

Selain Wang, 17 tersangka lainnya sedang diselidiki karena melanggar hukum, dengan sengaja menyebarkan informasi palsu secara online melalui layanan penerbitan untuk mendapatkan keuntungan, dan mengganggu pasar.

MG/Maulana Kusumadewa Iskandar
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Kebiasaan Pamer Foto...
Kebiasaan Pamer Foto Anak di Medsos, Studi Sebut Ada Risiko Profiling
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
ByteDance Luncurkan...
ByteDance Luncurkan Seedance 2.0, Model AI Generatif untuk Video Realistis
TikTok Dipaksa Matikan...
TikTok Dipaksa Matikan Fitur Infinity Scroll karena Menyebabkan Kecanduan
Cegah Rp8 Triliun Melayang:...
Cegah Rp8 Triliun Melayang: Kecanggihan Fitur Anti-Spam vs Lengahnya Literasi Warga
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Rekomendasi
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved