7 Penemuan Menakjubkan di Planet Merkurius

Jum'at, 19 April 2024 - 23:00 WIB
loading...
A A A
Materi Merkurius yang mudah menguap menimbulkan pertanyaan. Misalnya, jika planet yang berdekatan dengan bintang mengandung zat yang mudah menguap, terutama air, apakah tempat tersebut juga layak huni?

6. Memiliki ciri geologi unik


Tanah Merkurius memiliki cekungan tidak beraturan yang disebut rongga. Pada tahun 1975 Mariner 10 pertama kali melihatnya. Messenger kemudian memotret area datar tersebut dalam resolusi tinggi. Lebar depresi bisa berkisar dari puluhan kaki hingga lebih dari satu mil, dan kedalamannya bisa mencapai 120 kaki.

Para ilmuwan menduga lubang tersebut mungkin timbul dari zat yang mudah menguap. Tanpa atmosfer, Merkurius tidak mempunyai hujan atau angin untuk membentuk daratan, sehingga fitur permukaan seperti rongga hanya dapat terbentuk melalui proses lain, seperti tanah yang mengeluarkan bahan-bahan yang mudah menguap ke luar angkasa.

Dibandingkan dengan kawah tubrukan Merkurius, yang berusia sekitar 4 miliar tahun, depresi merupakan formasi geologi yang relatif muda, rata-rata berusia sekitar 100.000 tahun. Para ilmuwan yakin lubang-lubang tersebut masih terbentuk. Dan rongga hanya ada di Merkurius. Tidak ada objek lain di tata surya yang memiliki bopeng serupa.

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah mengonfirmasi pembentukan struktur lebih lanjut di Merkurius. Medan yang kacau – punggung gunung yang rumit – membelah daratan yang luas. Beberapa peneliti percaya lanskap yang kacau ini adalah hasil dari zat-zat yang mudah menguap yang keluar dari tanah hingga kehilangan integritas strukturalnya dan runtuh. Ilmuwan lain percaya lanskap yang kacau ini terjadi setelah gelombang tumbukan asteroid mengorbit planet ini dan berkumpul di sisi lain planet ini.

7. Merkurius pernah aktif secara vulkanik


Topografi Merkurius memberikan bukti bahwa gunung berapi pernah memuntahkan lava ke Bumi. Mariner 10 melakukan pengamatan pertama, dan kemudian MESSENGER memastikan bahwa benda bercahaya tersebar di permukaan Merkurius. Setiap tingkat menunjukkan akumulasi lava yang rata di atas kawah atau punggung bukit tua. Para peneliti percaya vulkanisme magmatik Merkurius berhenti antara sekitar 1 miliar dan 3,5 miliar tahun lalu, karena pendinginan dan kontraksi planet ini menyumbat jalur keluar magma.

Merkurius juga menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkanik jenis lain: ledakan. Lubang yang tidak beraturan, berdiameter beberapa kilometer dan kedalaman lebih dari tiga kilometer, menandai gunung berapi piroklastik purba yang meledak dengan sendirinya. Lubang-lubang tersebut dikelilingi oleh endapan yang diyakini para peneliti sebagai hasil ledakan.

Para ahli mengatakan letusan gunung berapi jenis ini kemungkinan besar disebabkan oleh volatil di bawah tanah. Ketika bahan kimia yang terkubur ini naik ke permukaan, volumenya meningkat. Akhirnya, tekanan gas meningkat dan gunung berapi tersebut meledak seperti balon penuh.

MG/Muhammad Rauzan Ranupane Ramadan
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
3 Astronot Terjebak...
3 Astronot Terjebak di Stasiun Luar Angkasa, China Luncurkan Misi Penyelamatan
Meteor Cirebon Jadi...
Meteor Cirebon Jadi Alarm Bahaya, Fisikawan IPB Ungkap Ancaman Asteroid hingga Badai Matahari
Errol Musk: Rusia Punya...
Errol Musk: Rusia Punya Roket Luar Angkasa Berkualitas Sangat Baik
Rekomendasi
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved