Satelit Rusia Nyaris Tabrak Satelit NASA

Jum'at, 12 April 2024 - 08:05 WIB
loading...
A A A
"Jika kedua satelit itu bertabrakan, kita akan melihat terciptanya puing-puing, pecahan kecil yang bergerak dengan kecepatan 16.000 kilometer per jam, yang bisa berlubang ke pesawat ruang angkasa lain dan berpotensi membahayakan nyawa manusia," ujarnya.

Pada Selasa kemarin, NASA meluncurkan Strategi Keberlangsungan Luar Angkasa, yang bertujuan untuk memetakan dan memantau satelit dan puing-puing dengan lebih baik serta menjaga orbit sebersih mungkin.

Saat ini ada lebih dari 10.000 satelit yang mengorbit Bumi, meningkat empat kali lipat sejak 2019 dan jumlahnya diperkirakan akan meningkat pesat.

Baca Juga: Sampah Antariksa Bertambah, Dampak Uji Coba Rudal Anti Satelit Rusia

Sekitar 400.000 satelit telah disetujui secara global untuk orbit Bumi yang rendah, dengan SpaceX saja bersiap untuk meluncurkan 44.000 satelit lagi untuk konstelasi internet Starlink-nya.

Para ahli telah memperkirakan bahwa begitu semua konstelasi internet yang direncanakan beroperasi, akan ada sekitar 16.000 satelit mati yang perlu disingkirkan dari orbit. Satelit mati tersebut tidak hanya memenuhi ruang orbit yang berharga tetapi juga berisiko memicu bencana besar.

Sindrom Kessler


Pada tahun 1978, Donald Kessler, ilmuwan NASA, memperkirakan bahwa ketika cukup banyak objek berada di orbit Bumi yang rendah, tabrakan apapun akan memicu reaksi berantai dahsyat yang akan mengirimkan puing-puing ke jalur satelit lain, menghancurkannya dan melepaskan lebih banyak puing. Hal ini dikenal sebagai Sindrom Kessler.

Awan puing berputar yang dihasilkan dari puing-puing yang bergerak cepat tersebut akan membuat ruang angkasa tidak dapat diakses oleh siapa pun dan melumpuhkan sistem satelit penting.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Rekomendasi
Bring Back My Heart...
Bring Back My Heart Jadi Pilihan Microdrama Romantis yang Seru di V+Short
PKS Ajak Gema Keadilan...
PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
Berita Terkini
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved